Senin, 03 Desember 2018


TIK DAN PENGAJARAN

PROSES PEMBELAJARAN INOVASI ATAU PERUBAHAN PARADIGMA
(learning proces innovation or paradigm change)

OLEH : DIAN WAHYUDI, S.Pd

MAGISTER TEKNOLOGI PENDIDIKAN
PASCA SARJANA UNJA
2018



Seperti yang terjadi, banyak sekali anggaplah bahwa teknologi informasi dan komunikasi telah digunakan di masyarakat, terutama dalam bidang pendidikan, tidak sedikit orang tua yang takut bahwa anak-anak akan melakukan hal tersebut. Disini akan kita bahas dengan paradigma pendidikan dengan teknologi informasi dan komunikasi.
Oleh karena itu kita akan membahas hal-hal tersebut agar semua kelompok masyarakat mengetahui tentang apa yang dimaksud dengan teknologi informasi dan komunikasi, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dalam dunia pendidikan, hubungan teknologi informasi dan komunikasi, peranan teknologi informasi dan komunikasi dalam bidang pendidikan, dan dampak positif dan negatif teknologi informasi dan komunikasi dalam bidang pendidikan.
Teknologi Informasi adalah teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, mengumpulkan, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi Seperti yang terjadi, banyak sekali anggaplah bahwa teknologi informasi dan komunikasi telah digunakan di masyarakat, terutama dalam bidang pendidikan, tidak sedikit orang tua yang takut bahwa anak-anak akan melakukan hal tersebut. Disini akan kita bahas dengan paradigma pendidikan dengan teknologi informasi dan komunikasi.

Oleh karena itu kita akan membahas hal-hal tersebut agar semua kelompok masyarakat mengetahui tentang apa yang dimaksud dengan teknologi informasi dan komunikasi, perkembangan teknologi informasi dan komunikasi dalam dunia pendidikan, hubungan teknologi informasi dan komunikasi, peranan teknologi informasi dan komunikasi dalam bidang pendidikan, dan dampak positif dan negatif teknologi informasi dan komunikasi dalam bidang pendidikan.
Teknologi Informasi adalah teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, mengumpulkan, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, dan pemerintah dan merupakan informasi yang strategis untuk pengambilan keputusan.
Teknologi ini menggunakan seperangkat komputer untuk mengolah data. sistem jaringan untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer yang lain sesuai dengan kebutuhan, dan teknologi dapat data dapat disebar dan diakses secara global.
Teknologi informasi ( Information Tecnology) yang mulai populer diakhir tahun 70 an, dihantarkan untuk menjawab tantangan. Pada masasebelumnya, istilah teknologi komputer atau pengolahan data elektronis atau EDP (Electronic Data Processing).Menurut kamus (Oxford 1995). Teknologi informasi adalah stadi atau penggunaan peralatan elektronika, terutama komputer untuk menyimpan, menganalisis, danmendistribusikan informasi apasaja, termasuk kata, bilangan, dan gambar.
Menurut Alter (1992), dalam Deni Darmawan, 2010: 16) informasi teknologi meliputi perangkat keras dan perangkat lunak untuk menemukan satu atau beberapa data seperti data, menyimpan, mengambil, memanipulasi, atau menampilkan data.
Penguasaan teknologi informasi dan komunikasi baik secara individu maupun secara keseluruhan sangat diperlukan, hal ini akan mampu mengubah budaya dan kemampuan melakukan inovasi secara lebih baik dan adaptif.

Skill seseorang dalam melakukan analisis sistem dan fungsi yang tepat. Terlebih dalam dunia pendidikan kemampuan seorang pendidik dalam menguasai TIK sangat pentring dan jika mereka mampu menguasainya maka inovasi dalam menemukan stategi mencerdaskananak bangsa iniakan lebih cepat.


Pemanfaatan  Teknologi  Yang Positif dalam Proses Belajar Mengajar
Teknologi merupakan media atau alat pembelajaran yang memiliki nilai manfaat bagi guru maupun murid karena cukup efektif dan efisien dalam upaya pencapaian kompetensi yang diharapkan. Media atau alat-alat pembelajaran tersebut seperti laptop, internet, LCD dan lainnya baik yang bersifat sederhana maupun modern sangat membantu keefektifan proses pembelajaran. Pembelajaran berbasis teknologi akan berjalan sangat efektif jika guru menerapkan model pembelajaran berpusat pada siswa (student centered).
Secara teoritis, integrasi teknologi dalam pembelajaran yang sesungguhnya harus memungkinkan terjadinya proses belajar mengajar yang:
Aktif, siswa dapat terlibat aktif dalam proses belajar yang menarik dan bermakna.
Konstruktif, siswa dapat menggabungkan ide-ide baru ke dalam pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya.
Kolaboratif, siswa dalam suatu kelompok dapat bekerjasama, berbagi ide, saran atau pengalaman, menasehati, dan memberi masukan untuk kelompoknya.
Antusiastik, siswa antusias berusaha untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
Dialogis, terjadi proses sosial dan dialogis, karena siswa akan memperoleh keuntungan dalam proses komunikasi tersebut baik di dalam/diluar sekolah.
Kontekstual, proses belajar yang bermakna (real-world) melalui pendekatan problem-based atau case-based learning.
Reflektif, siswa dapat menyadari apa yang telah ia pelajari serta merenungkan apa yang telah dipelajarinya sebagai bagian dari proses belajar itu sendiri.
Multisensory, pembelajaran dapat disampaikan untuk berbagai modalitas belajar ( multisensory), baik audio, visual maupun kinestetik.
High order thinking skills training, melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi, sperti problem solving, pengambilan keputusan, serta secara tidak langsung juga meningkatkan “ICT & media literacy, (Deni Kuswara Halimah: 2008).
Di sinilah letak perbedaan anatara guru abad 21 dengan guru tradisional. Kita sebagai guru abad 21 telah menggeser paradigma pembelajaran dari pembelajaran yang berpusat dari guru (teacher-centered learning) menuju pembelajaran yang berpusat pada siswa (student centered learning) karena guru lebih berperan sebagai desainer, fasilitator, pelatih, dan manajer pembelajaran. Bukan sebagai pencekok informasi dan satu-satunya sumber belajar. Oleh karena itu guru harus mampu mendesain pembelajaran atau menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang bercirikan paradigma baru yaitu pembelajaran seperti dijelaskan di atas dengan mengintegrasikan teknologi, laptop Acer Chromebook 14 sebagai sarananya.
Dalam proses belajar mengajar, peran teknologi  bertugas sebagai media atau alat bukan hanya sekedar mengkomunikasikan hubungan antara sumber (pengajar) dan yang penerima (anak didik), namun lebih dari itu merupakan bagian yang integral dan saling mempunyai keterkaitan antara komponen yang satu dengan yang lainnya, saling berinteraksi dan saling mempengaruhi.
Para ahli teknologi pendidikan berpendapat bahwa peranan utama teknologi pendidikan adalah untuk membantu meningkatkan efisiensi yang menyeluruh dalam  proses belajar mengajar. Penerapan teknologi pendidikan dalam pendidikan hendaknya membuat proses pendidikan pada umumnya dan proses belajar mengajar pada khususnya lebih efisien, lebih efektive dan memberikan nilai tambah yang positif. Efektif dan efesien berarti upaya pendidikan yang dilakukan hendaknya dapat mencapai tujuan yang telah digariskan dengan sedikit mungkin mengeluarkan biaya, tenaga, dan waktu, (Asmani, Makmur: 2011).
Pembelajaran teknologi (komputer) memiliki beberapa keuntungan seperti dikemukakan oleh Wankat & Oreonovicz, (dalam Made Wena, 2016), beberapa keuntungannya adalah:
Dapat mengakomodasi siswa yang lamban karena dapat menciptakan iklim belajar yang efektif dengan cara yang lebih individual.
Dapat merangsang siswa untuk mengerjakan latihan karena tersedianya animasi grafis, warna dan musik.
Kendali berada pada siswa sehingga kecepatan belajar dapat disesuaikan dengan tingkat kemampuan.
Mengacu pada beberapa keuntungan yang diperoleh tersebut, maka penggunaan teknologi komputer diyakini dapat meningkatkan hasil dan motivasi belajar siswa. Peningkatan hasil dan motivasi belajar siswa secara langsung merupakan indikator efektifitas dan efesiensi pelaksanaan pembelajaran. Oleh karena itu pengembangan pembelajaran berbasis teknologi dalam pembelajaran merupakan hal yang sangat penting dan harus dilakukan oleh guru.
Di samping itu, pembelajaran teknologi (komputer) juga memiliki beberapa kelemahan, antara lain sebagai berikut:
Hanya efektif jika digunakan oleh satu orang atau kelompok kecil
Jika tampilan fisik isi pembelajaran tidak dirancang dengan baik atau hanya merupakan tampilan seperti pada buku teks biasa, pembelajaran tidak akan mampu meningkatkan motivasi belajar siswa (siswa cepat bosan)
Guru yang tidak memahami aplikasi program teknologi komputer, tidak dapat merancang pembelajaran lewat media teknologi komputer.

Sekolah saat ini sedang berlomba-lomba membuat jaringan internet melalui jardiknas, penyedia layanan internet (ISP), atau penyelenggara jaringan internet lainya. Hal ini membuktikan bahwa internet sekarang sudah menjad kebutuhan yang sangat penting dalam pembelajaran.
Sekolah yang telah memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam kegiatan proses belajar mengajar akan sangat berbeda dengan sekolah yang belum dimanfaatkannya.
Berikut ini dampak dari adanya perkembangan TIK yang terjadi diera modern sekarang ini dalam dunia pendidikan:
1        Dampak Positif 
a.    Sebuah. Siswa akan lebih mudah untuk mengakses dan memasukkan informasi yang ada dalam dunia pendidikan dengan hal-hal yang akan membuat siswa menjadi lebih kaya akan informasi dan memanfatkan masa belajar seefisien mungkin.
b.    Inovasi dalam pembelajaran semakin berkembang dengan adanya inovasi e-learning yang semakin memudahkan proses pendidikan. Seorang guru juga akan lebih mudah dalam berinovasi untuk menentukan model pembelajaran yang sesuai dengan para siswanya melalui TIK.
c.    Kemajuan TIK juga akan memperbolehkan berkembangnya kelas virtual atau ruang yang berbasis teleconference yang tidak membutuhkan pendidik dan peserta didik berada dalam satu ruangan.
d.    Sistem administrasi pada suatu lembaga pendidikan akan semakin mudah dan lancar karena sistem penerapan TIK pada setiap komponen seperti: Akses ke perpustakaan, Melaksanakan kegiatan kuliah secara online, memberikan layanan informasi pendidikan pendidikan, menggunakan fasilitas mesin pencari data, Meyediakan fasilitas diskusi,. dan lain - lain.

2    Dampak Negatif
a.    Sebuah. kemajuan TIK juga akan semakin meningkatkan kesadaran terhadap Hak Asli Kekayaan Intelektual (HAKI) karena semakin mudahnya mengakses data yang mengakibatkan orang yang bersifat plagiatik akan melakukan kecurangan.
b.    Meskipun sistem-sistem pendidikan lembaga pendidikan bagaikan suatu sistem tanpa celah, akan tetapi jika terjadi kecerobohan dalam menjalankan sistem tersebut akan berakibat fatal.
c.    Salah satu makna negatif adalah untuk anak-anak pendek dan bertahan dalam waktu yang singkat (rentang perhatian pendek).
Adanya akses teknologi internet untuk Tenaga Pendidik dan peserta Didik, baik di dalam kelas, sekolah maupun lembaga pendidikan guru. Adanya materi yang tepat untuk Tenaga Pendidikan dan Pelajar Tenaga Pendidik harus menghasilkan pengembangan TIK Untuk menghindari penggunaan teknologi yang kurang bermanfaat dalam hal negatif oleh peserta didik, karena pembelajaran TIK antar peserta didik dengan cepat, maka mengarahkan perhatian TIK dalam pelajaran menjadi sangat penting. peserta didik disibukkan dengan situasi positif dalam penggunaan TIK.
Bentuk nyatanya dapat berupa penugasan mencari artikel, misalnya bacaan atau pengirinan tugas (PR) melalui email. Selain itu juga harus ada akses internet yang terhubung ke sekolah atau rumah yang memungkinkan akses ke tempat umum seperti warnet, agar kegiatan online peserta didik lebih terkontrol. Beberapa pemanfaatan TIK dalam pembelajarannya Presentasi, Demonstrasi, Kelas Virtual. Adapun berbagai bentuk peran dalam pendidikan adalah berbagai hasil penelitian, konsultasi dengan pakar, perpustakaan online, diskusi online dan kelas online.
Manfaat dan kerugian penggunaan teknologi informasi dan komunikasi.Kemajuan yang telah dicapai manusia dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK) merupakan sesuatu yang kita lakukan syukuri, karena dengan itu akan memudahkan manusia dalam mengerjakan dan tugas yang harus dikerjakan. Namun tidak semua yang telah berhasil itu menjadi positif.
Diantara uang yang telah berubah itu dapat diperbaiki negatif bagi manusia. Dalam bidang pendidikan, secara umum manfaat dan kerugian TIK dalam bidang pendidikan adalah sebgai berikut:
Keuntungan Informasi yang dibutuhkan akan semakin cepat dan mudah diakses untuk kepentingan pendidikan Inovasi dalam pembelajaran yang berkembang dengan adanya inovasi e-learning yang semakin memudahkan proses pendidikan Kemajuan TIK juga akan mendorong berkembangnya ruang kelas virtual atau ruang kelas yang berbasis teleconference yang tidak menuntut sang pendidik dan peserta didik dalam satu sistem Sistem pendidikan akan lebih mudah dan lancer karena penerapan sistem TIK.
Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk pendidikan dapat dilakukan dalam berbagai bentuk susuai dengan fungsinya dalam pendidikan.Fungsi teknologi informasi dan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk pendidikan sudah menjadi hambatan yang tidak dapat ditunda-tunda lagi.
Berbagai aplikasi teknologi informasi dan komunikasi sudah tersedia dalam masyarakat dan sudah siap menanti untuk digunakan secara optimal untuk keperluan pendidikan. Pada kondisi nyata, teknologi informasi dan komunikasi dalam pendidikan sebagai gudang ilmu, alat bantu pembelajaran, fasilitas pendidikan, standar kompetensi, penunjang administrasi, alat bantu manajemen sekolah, dan sebagai infrastruktur pendidikan
Manfaat internet untuk bidang pendidikan di Indonesia antara lain akan mendapatkan akses keperpustakaan, kepala sekolah, para ahli dapat melalukan perkuliahan secara online, menyediakan sarana informasi lembaga pendidikan secara online dapat melaksankan kerjasama dengan lembaga lain melalui internet dan juga melakukan pemasaran dan promosi. lebih efisienDisamping itu kita dapat menyusun program intelegence buatan untuk membuat model yang terintegrasi.
Perkembangan TIK di bidang pendidikan menggunakan sistem pembelajaran jarak jauh dengan menggunakan media internet untuk menghubungan antara mahasiswa dengan dosennya. Melihat nilai mahasiswa secara online, mengecek keuangan, mengecek jadwal kuliah tugas yang diberikan. Sistem pendidikan TIK terbukti telah berhasil menurukan angka putus sekolah dan meningkatkan nilai rata-rata ujian.
Peran teknologi dalam proses belajar mengajar masa kini sangat penting. Teknologi dapat digunakan sebagai media atau alat bantu yang efektif dan efisien dalam proses belajar mengajar untuk mencapai hasil belajar yang maksimal, diantaranya:
Dapat mempermudah seorang guru dalam mendapatkan atau menyampaikan informasi (pesan atau isi, materi) pelajaran.
Dapat membantu peningkatan pemahaman siswa, penyajian data/informasi lebih menarik atau terpercaya.
Memudahkan penafsiran data, dan mendapatkan informasi.
Memfasilitasi pendidik dan peserta didik belajar lebih luas, lebih banyak dan juga bervariasi.
Melalui fasilitas yang disediakan oleh system tersebut, guru/siswa dapat belajar mandiri, kapan dan dimana saja tanpa terbatas oleh ruang dan waktu.
Bahan yang mereka pelajari juga lebih bervariasi, tidak hanya dalam bentuk sajian kata, tetapi dapat lebih kaya dengan varisi teks, visual, audio, film dan animasi.
Dalam pembelajaran berbasis teknologi ini guru lebih berperan sebagai desainer, fasilitator, pelatih, dan manajer pembelajaran. guru harus mampu mendesain pembelajaran atau menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang bercirikan paradigma baru yaitu pembelajaran dengan mengintegrasikan teknologi, laptop Acer Chromebook 14 sebagai sarananya dan pola pembelajaran hendakklan berpusat pada siswa (student centered learning).



KESIMPULAN

Teknologi Informasi adalah teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, mengumpulkan, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, dan pemerintah dan merupakan informasi yang strategis untuk pengambilan keputusan.
Teknologi yang sangat cepat menuntut pengguna teknologi harus menggunakan informasi yang tidak berlaku informasi khusus didunia pendidikan. Sehingga pendidik harus meningkatkan kemampuan-kemampuan untuk meningkatkan kwalitas sumber daya dalam memahami, menggunakan dan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi.
TIK menjadi salah satu media dalam proses pembelajaran atau pendidikan. Dahulu proses belajar hanya dilakukan dalam ruang kelas dimana terdapat siswa dan guru, tetapi sekarang ruang kelas tidak hanya digolongkan oleh dinding dan papan tulis saja. Kegiatan belajar pun dapat dilakukan dengan lebih interaktif dan tambahan dua arah. Proses belajar yang dilakukan saat ini sudah mulai ditinggalkan oleh para siswa dan guru.
Dengan hadirnya internet para siswa dituntut untuk belajar mandiri dalam perlunya informasi. Informasi tidak hanya didapat dari pendidik tetapi juga dari media komputer, dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah dicanangkan sejak awal berdirinya negara indonesia.
Teknologi yang dikembangkan adalah teori dan praktik dimana, dan, sistem belajar pada manusia, dan juga peta yang dapat digunakan, dapat dikembangkan, digunakan, dikelola, dan dikhususkan.
 ang relevan, akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, dan pemerintah dan merupakan informasi yang strategis untuk pengambilan keputusan.
Teknologi ini menggunakan seperangkat komputer untuk mengolah data. sistem jaringan untuk menghubungkan satu komputer dengan komputer yang lain sesuai dengan kebutuhan, dan teknologi dapat data dapat disebar dan diakses secara global.
Teknologi informasi ( Information Tecnology) yang mulai populer diakhir tahun 70 an, dihantarkan untuk menjawab tantangan. Pada masasebelumnya, istilah teknologi komputer atau pengolahan data elektronis atau EDP (Electronic Data Processing).Menurut kamus (Oxford 1995). Teknologi informasi adalah stadi atau penggunaan peralatan elektronika, terutama komputer untuk menyimpan, menganalisis, danmendistribusikan informasi apasaja, termasuk kata, bilangan, dan gambar.
Menurut Alter (1992), dalam Deni Darmawan, 2010: 16) informasi teknologi meliputi perangkat keras dan perangkat lunak untuk menemukan satu atau beberapa data seperti data, menyimpan, mengambil, memanipulasi, atau menampilkan data.
Penguasaan teknologi informasi dan komunikasi baik secara individu maupun secara keseluruhan sangat diperlukan, hal ini akan mampu mengubah budaya dan kemampuan melakukan inovasi secara lebih baik dan adaptif.

Skill seseorang dalam melakukan analisis sistem dan fungsi yang tepat. Terlebih dalam dunia pendidikan kemampuan seorang pendidik dalam menguasai TIK sangat pentring dan jika mereka mampu menguasainya maka inovasi dalam menemukan stategi mencerdaskananak bangsa iniakan lebih cepat.


Pemanfaatan  Teknologi  Yang Positif dalam Proses Belajar Mengajar
Teknologi merupakan media atau alat pembelajaran yang memiliki nilai manfaat bagi guru maupun murid karena cukup efektif dan efisien dalam upaya pencapaian kompetensi yang diharapkan. Media atau alat-alat pembelajaran tersebut seperti laptop, internet, LCD dan lainnya baik yang bersifat sederhana maupun modern sangat membantu keefektifan proses pembelajaran. Pembelajaran berbasis teknologi akan berjalan sangat efektif jika guru menerapkan model pembelajaran berpusat pada siswa (student centered).
Secara teoritis, integrasi teknologi dalam pembelajaran yang sesungguhnya harus memungkinkan terjadinya proses belajar mengajar yang:
Aktif, siswa dapat terlibat aktif dalam proses belajar yang menarik dan bermakna.
Konstruktif, siswa dapat menggabungkan ide-ide baru ke dalam pengetahuan yang telah dimiliki sebelumnya.
Kolaboratif, siswa dalam suatu kelompok dapat bekerjasama, berbagi ide, saran atau pengalaman, menasehati, dan memberi masukan untuk kelompoknya.
Antusiastik, siswa antusias berusaha untuk mencapai tujuan yang diinginkan.
Dialogis, terjadi proses sosial dan dialogis, karena siswa akan memperoleh keuntungan dalam proses komunikasi tersebut baik di dalam/diluar sekolah.
Kontekstual, proses belajar yang bermakna (real-world) melalui pendekatan problem-based atau case-based learning.
Reflektif, siswa dapat menyadari apa yang telah ia pelajari serta merenungkan apa yang telah dipelajarinya sebagai bagian dari proses belajar itu sendiri.
Multisensory, pembelajaran dapat disampaikan untuk berbagai modalitas belajar ( multisensory), baik audio, visual maupun kinestetik.
High order thinking skills training, melatih kemampuan berpikir tingkat tinggi, sperti problem solving, pengambilan keputusan, serta secara tidak langsung juga meningkatkan “ICT & media literacy, (Deni Kuswara Halimah: 2008).
Di sinilah letak perbedaan anatara guru abad 21 dengan guru tradisional. Kita sebagai guru abad 21 telah menggeser paradigma pembelajaran dari pembelajaran yang berpusat dari guru (teacher-centered learning) menuju pembelajaran yang berpusat pada siswa (student centered learning) karena guru lebih berperan sebagai desainer, fasilitator, pelatih, dan manajer pembelajaran. Bukan sebagai pencekok informasi dan satu-satunya sumber belajar. Oleh karena itu guru harus mampu mendesain pembelajaran atau menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang bercirikan paradigma baru yaitu pembelajaran seperti dijelaskan di atas dengan mengintegrasikan teknologi, laptop Acer Chromebook 14 sebagai sarananya.
Dalam proses belajar mengajar, peran teknologi  bertugas sebagai media atau alat bukan hanya sekedar mengkomunikasikan hubungan antara sumber (pengajar) dan yang penerima (anak didik), namun lebih dari itu merupakan bagian yang integral dan saling mempunyai keterkaitan antara komponen yang satu dengan yang lainnya, saling berinteraksi dan saling mempengaruhi.
Para ahli teknologi pendidikan berpendapat bahwa peranan utama teknologi pendidikan adalah untuk membantu meningkatkan efisiensi yang menyeluruh dalam  proses belajar mengajar. Penerapan teknologi pendidikan dalam pendidikan hendaknya membuat proses pendidikan pada umumnya dan proses belajar mengajar pada khususnya lebih efisien, lebih efektive dan memberikan nilai tambah yang positif. Efektif dan efesien berarti upaya pendidikan yang dilakukan hendaknya dapat mencapai tujuan yang telah digariskan dengan sedikit mungkin mengeluarkan biaya, tenaga, dan waktu, (Asmani, Makmur: 2011).
Pembelajaran teknologi (komputer) memiliki beberapa keuntungan seperti dikemukakan oleh Wankat & Oreonovicz, (dalam Made Wena, 2016), beberapa keuntungannya adalah:
Dapat mengakomodasi siswa yang lamban karena dapat menciptakan iklim belajar yang efektif dengan cara yang lebih individual.
Dapat merangsang siswa untuk mengerjakan latihan karena tersedianya animasi grafis, warna dan musik.
Kendali berada pada siswa sehingga kecepatan belajar dapat disesuaikan dengan tingkat kemampuan.
Mengacu pada beberapa keuntungan yang diperoleh tersebut, maka penggunaan teknologi komputer diyakini dapat meningkatkan hasil dan motivasi belajar siswa. Peningkatan hasil dan motivasi belajar siswa secara langsung merupakan indikator efektifitas dan efesiensi pelaksanaan pembelajaran. Oleh karena itu pengembangan pembelajaran berbasis teknologi dalam pembelajaran merupakan hal yang sangat penting dan harus dilakukan oleh guru.
Di samping itu, pembelajaran teknologi (komputer) juga memiliki beberapa kelemahan, antara lain sebagai berikut:
Hanya efektif jika digunakan oleh satu orang atau kelompok kecil
Jika tampilan fisik isi pembelajaran tidak dirancang dengan baik atau hanya merupakan tampilan seperti pada buku teks biasa, pembelajaran tidak akan mampu meningkatkan motivasi belajar siswa (siswa cepat bosan)
Guru yang tidak memahami aplikasi program teknologi komputer, tidak dapat merancang pembelajaran lewat media teknologi komputer.

Sekolah saat ini sedang berlomba-lomba membuat jaringan internet melalui jardiknas, penyedia layanan internet (ISP), atau penyelenggara jaringan internet lainya. Hal ini membuktikan bahwa internet sekarang sudah menjad kebutuhan yang sangat penting dalam pembelajaran.
Sekolah yang telah memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam kegiatan proses belajar mengajar akan sangat berbeda dengan sekolah yang belum dimanfaatkannya.
Berikut ini dampak dari adanya perkembangan TIK yang terjadi diera modern sekarang ini dalam dunia pendidikan:
1        Dampak Positif 
a.    Sebuah. Siswa akan lebih mudah untuk mengakses dan memasukkan informasi yang ada dalam dunia pendidikan dengan hal-hal yang akan membuat siswa menjadi lebih kaya akan informasi dan memanfatkan masa belajar seefisien mungkin.
b.    Inovasi dalam pembelajaran semakin berkembang dengan adanya inovasi e-learning yang semakin memudahkan proses pendidikan. Seorang guru juga akan lebih mudah dalam berinovasi untuk menentukan model pembelajaran yang sesuai dengan para siswanya melalui TIK.
c.    Kemajuan TIK juga akan memperbolehkan berkembangnya kelas virtual atau ruang yang berbasis teleconference yang tidak membutuhkan pendidik dan peserta didik berada dalam satu ruangan.
d.    Sistem administrasi pada suatu lembaga pendidikan akan semakin mudah dan lancar karena sistem penerapan TIK pada setiap komponen seperti: Akses ke perpustakaan, Melaksanakan kegiatan kuliah secara online, memberikan layanan informasi pendidikan pendidikan, menggunakan fasilitas mesin pencari data, Meyediakan fasilitas diskusi,. dan lain - lain.

2    Dampak Negatif
a.    Sebuah. kemajuan TIK juga akan semakin meningkatkan kesadaran terhadap Hak Asli Kekayaan Intelektual (HAKI) karena semakin mudahnya mengakses data yang mengakibatkan orang yang bersifat plagiatik akan melakukan kecurangan.
b.    Meskipun sistem-sistem pendidikan lembaga pendidikan bagaikan suatu sistem tanpa celah, akan tetapi jika terjadi kecerobohan dalam menjalankan sistem tersebut akan berakibat fatal.
c.    Salah satu makna negatif adalah untuk anak-anak pendek dan bertahan dalam waktu yang singkat (rentang perhatian pendek).
Adanya akses teknologi internet untuk Tenaga Pendidik dan peserta Didik, baik di dalam kelas, sekolah maupun lembaga pendidikan guru. Adanya materi yang tepat untuk Tenaga Pendidikan dan Pelajar Tenaga Pendidik harus menghasilkan pengembangan TIK Untuk menghindari penggunaan teknologi yang kurang bermanfaat dalam hal negatif oleh peserta didik, karena pembelajaran TIK antar peserta didik dengan cepat, maka mengarahkan perhatian TIK dalam pelajaran menjadi sangat penting. peserta didik disibukkan dengan situasi positif dalam penggunaan TIK.
Bentuk nyatanya dapat berupa penugasan mencari artikel, misalnya bacaan atau pengirinan tugas (PR) melalui email. Selain itu juga harus ada akses internet yang terhubung ke sekolah atau rumah yang memungkinkan akses ke tempat umum seperti warnet, agar kegiatan online peserta didik lebih terkontrol. Beberapa pemanfaatan TIK dalam pembelajarannya Presentasi, Demonstrasi, Kelas Virtual. Adapun berbagai bentuk peran dalam pendidikan adalah berbagai hasil penelitian, konsultasi dengan pakar, perpustakaan online, diskusi online dan kelas online.
Manfaat dan kerugian penggunaan teknologi informasi dan komunikasi.Kemajuan yang telah dicapai manusia dalam bidang teknologi informasi dan komunikasi (TIK) merupakan sesuatu yang kita lakukan syukuri, karena dengan itu akan memudahkan manusia dalam mengerjakan dan tugas yang harus dikerjakan. Namun tidak semua yang telah berhasil itu menjadi positif.
Diantara uang yang telah berubah itu dapat diperbaiki negatif bagi manusia. Dalam bidang pendidikan, secara umum manfaat dan kerugian TIK dalam bidang pendidikan adalah sebgai berikut:
Keuntungan Informasi yang dibutuhkan akan semakin cepat dan mudah diakses untuk kepentingan pendidikan Inovasi dalam pembelajaran yang berkembang dengan adanya inovasi e-learning yang semakin memudahkan proses pendidikan Kemajuan TIK juga akan mendorong berkembangnya ruang kelas virtual atau ruang kelas yang berbasis teleconference yang tidak menuntut sang pendidik dan peserta didik dalam satu sistem Sistem pendidikan akan lebih mudah dan lancer karena penerapan sistem TIK.
Pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi untuk pendidikan dapat dilakukan dalam berbagai bentuk susuai dengan fungsinya dalam pendidikan.Fungsi teknologi informasi dan penggunaan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) untuk pendidikan sudah menjadi hambatan yang tidak dapat ditunda-tunda lagi.
Berbagai aplikasi teknologi informasi dan komunikasi sudah tersedia dalam masyarakat dan sudah siap menanti untuk digunakan secara optimal untuk keperluan pendidikan. Pada kondisi nyata, teknologi informasi dan komunikasi dalam pendidikan sebagai gudang ilmu, alat bantu pembelajaran, fasilitas pendidikan, standar kompetensi, penunjang administrasi, alat bantu manajemen sekolah, dan sebagai infrastruktur pendidikan
Manfaat internet untuk bidang pendidikan di Indonesia antara lain akan mendapatkan akses keperpustakaan, kepala sekolah, para ahli dapat melalukan perkuliahan secara online, menyediakan sarana informasi lembaga pendidikan secara online dapat melaksankan kerjasama dengan lembaga lain melalui internet dan juga melakukan pemasaran dan promosi. lebih efisienDisamping itu kita dapat menyusun program intelegence buatan untuk membuat model yang terintegrasi.
Perkembangan TIK di bidang pendidikan menggunakan sistem pembelajaran jarak jauh dengan menggunakan media internet untuk menghubungan antara mahasiswa dengan dosennya. Melihat nilai mahasiswa secara online, mengecek keuangan, mengecek jadwal kuliah tugas yang diberikan. Sistem pendidikan TIK terbukti telah berhasil menurukan angka putus sekolah dan meningkatkan nilai rata-rata ujian.
Peran teknologi dalam proses belajar mengajar masa kini sangat penting. Teknologi dapat digunakan sebagai media atau alat bantu yang efektif dan efisien dalam proses belajar mengajar untuk mencapai hasil belajar yang maksimal, diantaranya:
Dapat mempermudah seorang guru dalam mendapatkan atau menyampaikan informasi (pesan atau isi, materi) pelajaran.
Dapat membantu peningkatan pemahaman siswa, penyajian data/informasi lebih menarik atau terpercaya.
Memudahkan penafsiran data, dan mendapatkan informasi.
Memfasilitasi pendidik dan peserta didik belajar lebih luas, lebih banyak dan juga bervariasi.
Melalui fasilitas yang disediakan oleh system tersebut, guru/siswa dapat belajar mandiri, kapan dan dimana saja tanpa terbatas oleh ruang dan waktu.
Bahan yang mereka pelajari juga lebih bervariasi, tidak hanya dalam bentuk sajian kata, tetapi dapat lebih kaya dengan varisi teks, visual, audio, film dan animasi.
Dalam pembelajaran berbasis teknologi ini guru lebih berperan sebagai desainer, fasilitator, pelatih, dan manajer pembelajaran. guru harus mampu mendesain pembelajaran atau menyusun Rencana Pelaksanaan Pembelajaran (RPP) yang bercirikan paradigma baru yaitu pembelajaran dengan mengintegrasikan teknologi, laptop Acer Chromebook 14 sebagai sarananya dan pola pembelajaran hendakklan berpusat pada siswa (student centered learning).



KESIMPULAN

Teknologi Informasi adalah teknologi yang digunakan untuk mengolah data, termasuk memproses, mendapatkan, mengumpulkan, menyimpan, memanipulasi data dalam berbagai cara untuk menghasilkan informasi yang berkualitas, yaitu informasi yang relevan, akurat dan tepat waktu, yang digunakan untuk keperluan pribadi, bisnis, dan pemerintah dan merupakan informasi yang strategis untuk pengambilan keputusan.
Teknologi yang sangat cepat menuntut pengguna teknologi harus menggunakan informasi yang tidak berlaku informasi khusus didunia pendidikan. Sehingga pendidik harus meningkatkan kemampuan-kemampuan untuk meningkatkan kwalitas sumber daya dalam memahami, menggunakan dan memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi.
TIK menjadi salah satu media dalam proses pembelajaran atau pendidikan. Dahulu proses belajar hanya dilakukan dalam ruang kelas dimana terdapat siswa dan guru, tetapi sekarang ruang kelas tidak hanya digolongkan oleh dinding dan papan tulis saja. Kegiatan belajar pun dapat dilakukan dengan lebih interaktif dan tambahan dua arah. Proses belajar yang dilakukan saat ini sudah mulai ditinggalkan oleh para siswa dan guru.
Dengan hadirnya internet para siswa dituntut untuk belajar mandiri dalam perlunya informasi. Informasi tidak hanya didapat dari pendidik tetapi juga dari media komputer, dapat digunakan untuk kegiatan belajar mengajar untuk mencapai tujuan pendidikan yang telah dicanangkan sejak awal berdirinya negara indonesia.
Teknologi yang dikembangkan adalah teori dan praktik dimana, dan, sistem belajar pada manusia, dan juga peta yang dapat digunakan, dapat dikembangkan, digunakan, dikelola, dan dikhususkan.

1 komentar: