ARTIFISIAL INTELIGEN (AI) / KECERDASAN BUATAN UNTUK PEMBELAJARAN
oleh : DIAN WAHYUDI, S.Pd
MATA KULIAH TEKNOLOGI PENDIDIKAN
MAGISTER TEKNOLOGI PENDIDIKAN
Secara awam,
Artificial Intelligence (AI) atau Kecerdasan Buatan yaitu suatu studi khusus di
mana tujuannya utamanya adalah membuat komputer berpikir dan bertindak seperti
halnya manusia. Dengan kata lain adalah penyederhanaan solusi untuk kasus-kasus
yang bersifat kompleks dan berulang-ulang, mempermudah interaksi orang awam
melalui teknologi, meningkatkan produktifitas, lebih cepat menyelesaikan
masalah, dimungkinkannya penggabungan dua atau lebih teknologi para pakar.Kecerdasan
Buatan atau Artificial Intelligence (AI) adalah cabang ilmu komputer yang
menekankan pengembangan intelijen mesin, pola berpikir dan bekerja seperti
manusia. Misalnya, pengenalan suara, pemecahan masalah, pembelajaran, dan
perencanaan.
Hari ini, Artificial Intelligence (AI) adalah bahan
diskusi yang sangat populer yang banyak dibahas di kalangan teknologi dan
bisnis. Banyak ahli dan analisis industri berpendapat bahwa AI atau kecerdasan
buatan adalah masa depan — tetapi jika kita melihat sekeliling, kita yakin
bahwa itu bukan masa depan — itu adalah masa kini. Dengan kemajuan teknologi, kita sudah terhubung dengan AI
dalam satu atau lain cara — apakah itu Siri, Watson atau Alexa. Ya, teknologi
ini sedang dalam tahap awal dan semakin banyak perusahaan yang menginvestasikan
sumber daya dalam penelitian mesin, menunjukkan pertumbuhan yang kuat dalam
produk dan penerapan teknologi kecerdasan buatan dalam waktu dekat.
Tidak seperti persepsi umum, contoh
penerapan Artificial Intelligence (AI)
tidak terbatas hanya pada industri IT atau teknologi; sebaliknya, banyak
digunakan di bidang lain seperti medis, bisnis, pendidikan, hukum, dan
manufaktur.
Kecerdasan Buatan:
·
Bersifat
permanen
·
Mudah
diduplikasi dan disebarluaskan
·
Dapat
lebih murah daripada manusia cerdas
·
Konsisten
dan menyeluruh
·
Dapat
didokumentasikan
4 Dasar Kategori di Konsep dasar Ai(Kecerdasan Buatan)
1. Acting Humanly
Acting humanly ialah system yang melakukan pendekatan
dengan menirukan tingkah laku seperti manusia yang dikenalkan pada tahun 1950
degan cara kerja pengujian melalui teletype yaitu jika penguji (integrator)
tidak dapat membedakan yang mengintrogasai antara manusia dan computer maka
computer tersebut dikatakan lolos(menjadi kecerdasan buatan).
2.
Thinking Humanly
Yaitu system yang dilakukan dengan cara intropeksi
yaitu penangkapan pemikiran psikologis
Manusia pada computer,hal ini sering diujikan dengan neuron ke neuron lainnya atau sel otak dengan sel otak lainnya cara pembelajarannya yaitu melalui experiment-experimen.
Manusia pada computer,hal ini sering diujikan dengan neuron ke neuron lainnya atau sel otak dengan sel otak lainnya cara pembelajarannya yaitu melalui experiment-experimen.
3.
Thinking Rationaly
Ini merupakn system yang sangat sulit ,karena sering
terjadi kesalah dala, prinsip dan prakteknya,system ini dikenal dengan
penalaran komputasi.
4.
Actng Rationaly
Yaitu system yang melakukan aksi dengan cara
menciptakan suatu robotika cerdas yang menggantikan tugas manusia.
Berikut hal-hal yang
bisa AI lakukan di bidang pendidikan:
Pembelajaran
yang lebih cerdas
Pembelajaran dalam
sistem AI ini merupakan pembelajaran yang dipersonalisasi sehingga meningkatkan
pengalaman belajar siswa. Pembelajaran AI dalam sistem individual ini
menunjukkan bahwa hal ini dapat meningkatkan fokus siswa. Pasalnya, AI memiliki
kemampuan untuk mengajar siswa secara individu dan mengenali area yang
dibutuhkan untuk menemukan cara pengajaran yang tepat pada siswa melalui
kecerdasan buatan tersebut.
Misalnya, jika teknologi
ini tahu kamu tertarik dengan mobil balap, maka itu yang akan digunakan sebagai
analogi atau contoh untuk memahami materi pelajaran.
Identifikasi
bila siswa tak mengerti
Kecerdasan AI bisa
mengidentifikasi konsep seperti apa yang tidak dipahami oleh siswa. Sehingga
nantinya AI bisa melakukan penyesuaian untuk menemukan cara baru dalam membantu
pembelajaran siswa.
Blackboard, salah satu
alat di bidang pendidikan kini banyak digunakan perguruan tinggi. Sebuah
platform online ini digunakan para profesor untuk merilis catatan, pekerjaan
rumah, kuis, dan tes, dan memungkinkan siswa mengajukan pertanyaan dan tugas
untuk penilaian. Alat ini juga bisa mengidentifikasi alasan di balik ketidak
pahaman siswa.
Menilai
tugas
Manfaat lain dari
program AI yaitu menilai kedua pilihan ganda dan pertanyaan dengan jawaban
singkat. Ke depannya, AI juga bisa menilai pertanyaan esai. Oleh sebab itu,
para guru tidak perlu lagi menghabiskan waktu mengerjakan tugas menilai setiap
jam karena guru dapat lebih berkonsentrasi pada pengajaran dan interaksi satu
lawan satu saja. Siswa juga mendapat hasil nilai langsung melalui AI.
Mereka tak perlu
menunggu waktu yang lama untuk mendapatkan nilai mereka. Siswa juga akan menuai
keuntungan dari guru yang memiliki waktu tambahan untuk proses belajar dan
mengajar.
Disiplin Ilmu AI Dibidang Lain
Seperti yang telah disebutkan di atas bahwa AI
merupakan salah satu cabang Ilmu Komputer. Tapi karena kompleksitas area AI
maka dibuat sub-sub bagian yang dapat berdiri sendiri dan dapat saling bekerja
sama dengan sub bagian lain atau dengan disiplin ilmu lain. Berikut ini
beberapa cabang ilmu sub bagian dari AI :
1. Natural Languange Processing (NLP)
1. Natural Languange Processing (NLP)
Natural Languange Processing (NLP) atau
Pemrosesan Bahasa Alami, merupakan salah satu cabang AI yang mempelajari
pembuatan sistem untuk menerima masukan bahasa alami manusia. Dalam
perkembangannya, NLP berusaha untuk mengubah bahasa alami komputer (bit dan
byte) menjadi bahasa alami manusia yang dapat kita mengerti. NLP merupakan ilmu
dasar yang dapat dijadikan jembatan untuk membuat komunikasi antara mesin
dengan manusia.
2. Expert System (ES)
Expert System (ES) atau Sistem Pakar,
merupakan salah satu cabang AI yang mempelajari pembuatan sebuah sistem yang
dapat bekerja layaknya seorang pakar. ES dapat menyimpan pengetahuan seorang
pakar dan memberikan solusi berdasarkan pengetahuan yang dimilikinya tadi. ES
juga merupakan salah satu cabang AI yang sering melakukan kerja sama dengan
disiplin ilmu lain karena sifatnya yang dapat menyimpan pengetahuan.
3. Pattern Recognition (PR)
3. Pattern Recognition (PR)
Pattern Recognition (PR) atau Pengenalan
Pola, merupakan salah satu cabang AI yang mempelajari pembuatan sebuah sistem
untuk dapat mengenali suatu pola tertentu. Misalnya sistem PR untuk mengenali
huruf dari tulisan tangan, walaupun terdapat perbedaan penulisan huruf A dari
masing-masing orang tetapi PR dapat mengenali bahwa huruf tersebut adalah huruf
A. Beberapa aplikasi dari PR antara lain : voice recognition, Fingerprint
Identification, Face Identification, Handwriting Identification, Optical
Character Recognition, Biological Slide Analysis, Robot Vision dan lainnya.
4. Robotic
Robotic atau Robotika, merupakan salah
satu cabang AI yang menggabungkan cabangcabang AI yang lain termasuk ketiga
cabang di atas untuk membentuk sebuah sistem robotik. Keempat cabang AI di atas
merupakan cabang umum yang banyak dipelajari, masih banyak cabang-cabang AI
yang lainnya. Seiring perkembangan riset dalam AI, dapat dimungkinkan akan
muncul cabang-cabang baru yang melengkapi unsur AI sehingga AI menjadi sebuah
sistem lengkap dan akan mencapai goal-nya yang sampai sekarang masih belum
sempurna.
Contoh-contoh Aplikasi AI
Berikut ini beberapa contoh-contoh aplikasi
AI yang sudah diterapkan dan memberikan sumbangsih yang cukup diperhitungkan
dalam kemajuan teknologi. Kebanyakan aplikasi AI yang banyak dipakai diambil
dari bidang Expert System, diantaranya adalah :
a. Bidang Pertanian
Pada bidang Pertanian, dibuat ES untuk
memprediksi kerusakan pada jagung yang disebabkan oleh ulat hitam dan
memberikan konsultasi untuk mendiagnosa kerusakan pada kacang kedelai dengan
menggunakan pengetahuan tentang gejala kerusakan dan lingkungan tanaman.
b. Bidang Kimia
Pada bidang Kimia, dibuat ES untuk
menganalisa struktur DNA dari pembatasan segmentasi data enzim dengan
menggunakan paradigmagenerate & test.
c. Bidang Sistem Komputer
Pada bidang Sistem Komputer, dibuat ES untuk
membantu operator komputer untuk monitoring dan mengontrol MVS (multiple
virtual storage) sistem operasi pada komputer mainframe IBM.
d. Bidang Elektronik
Pada bidang Elektronik, dibuat ES untuk
mengidentifikasi masalah pada jaringan telepon, ES untuk simulasi perancangan
DLC (digital logic circuits) dan mengajari pelajar bagaimana cara mengatasi
masalah pada sirkuit elektronik.
e. Bidang Hukum
Pada bidang Hukum, dibuat ES untuk membantu
para auditor profesional dalam mengevaluasi potensi kegagalan pinjaman klien
berdasarkan sejarah pinjaman, status ekonomi, kondisi piutang.
f. Bidang Militer
Pada bidang Militer, dibuat ES untuk membantu
menganalisa perkiraan situasi pertempuran, memberikan interpretasi taktik
laporan sensor intelijen dan memberikan rekomendasi alokasi senjata kepada
komandan militer pada saat situasi perang.
Di atas merupakan beberapa contoh dari AI yang sudah diaplikasikan dalam beberapa bidang. Masih banyak aplikas-aplikasi AI yang tidak mungkin disebutkan semua di sini. Beberapa contoh di atas sudah dapat memberikan gambaran bahwa cakupan Artificial Intelligence (AI) / Kecerdasan Buatan tidak hanya dibidang ilmu komputer tetapi bisa bekerja sama dengan bidang lain untuk menciptakan sebuah sistem yang saling mendukung.
Sudah dibaca
BalasHapus