MAKALAH DEVINISI TEKNOLOGI PEMBELAJARAN
OLEH DIAN WAHYUDI, S.Pd
MATA KULIAH : TEKNOLOGI PENDIDIKAN
BAB I
PENDAHULUAN
1.1 Latar Belakang
Teknologi Pembelajaran adalah studi dan etika praktek untuk
memfasilitasi pembelajaran dan meningkatkan kinerja melalui penciptaan,
penggunaan, dan pengaturan proses dan sumber daya teknologi. Studi.
Pemahaman teoritis, sebagaimana dalam praktek teknologi pendidikan memerlukan
konstruksi dan perbaikan pengetahuan yang berkelanjutan melalui penelitian dan
refleksi praktek, yang tercakup dalam istilah studi. Etika Praktek. Mengacu
kepada standard etika praktis sebagaimana didefinisikan oleh Komite Etika AECT
mengenai apa yang harus dilakukan oleh praktisi Teknologi Pendidikan.
Fasilitasi. Pergeseran paradigma kearah kepemilikan dan tanggung jawab
pembelajar yang lebih besar telah merubah peran teknologi dari pengontrol
menjadi pem-fasilitasi. Pembelajaran. Pengertian pembelajaran saat ini sudah
berubah dari beberapa puluh tahun yang lalu. Pembelajaran selain berkenaan
dengan ingatan juga berkenaan dengan pemahaman. Peningkatan. Peningkatan
berkenaan dengan perbaikan produk, yang menyebabkan pembelajaran lebih efektif,
perubahan dalam kapabilitas, yang membawa dampak pada aplikasi dunia nyata.
Kinerja. Kinerja berkenaan dengan kesanggupan pembelajar untuk menggunakan dan
mengaplikasikan kemampuan yang baru didapatkannya.
Berdasarkan definisi 1994, Teknologi Pembelajaran adalah ; Teori dan
praktek dalam desain, pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan dan penilaian
proses dan sumber untuk belajar. Komponen definisinya adalah : teori dan
praktek ; desain, pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan, dan penilaian ;
proses dan sumber ; untuk keperluan belajar.
1.2 Rumusan Masalah
1.2.1 Definisi teknologi
pembelajaran tahun 1994
1.2.2 Hubungan antara ilmu
pengetahuan dan teknologi.
1.3 Tujuan
1.3.1 Mahasiswa mampu memahami
definisi teknologi pembelajaran tahun 1994
1.3.2 Mahasiswa mengerti hubungan
antara ilmu pengetahuan dan teknologi
BAB II
PEMBAHASAN
2.1 Definisi
teknologi pembelajaran
Teknologi pembelajaran (Instructional Techonology) adalah
teori dan praktek tentang perancangan, pengembangan, penggunaan, pengelolaan
dan pengevaluasian dari suatu proses dan sumber-sumber untuk belajar.
Hakekat definesi
Israel scheffler (1960) membedakan dua jenis definisi, yaitu definisi
umum dan definisi ilmiah. Menurut scheffler, definisi itu terpadu dalam konteks
penelitian, definisi umum dapat dipahami baik oleh masyarakat umum maupun
kalangan professional. Definisi umum itu menjelaskan bagaimana sebuah istilah
harus dipahami dalam konteks pemakaiannya. Scheffler menggolongkan tiga jenis
definisi umum, yaitu definisi stipulatif (stipulative definition),
definisi deskriptif (descriptive definition), dan definisi
programatik (programative definition). Definisi bidang studi yang
disajikan di sini memenuhi kriteria yang ditentukan oleh scheffler untuk
definisi stipulatif dan definisi programatis. Definisi tahun 1994 itu
didasarkan pada pemakaian sebelumnya, yang menjelaskan karakteristik bidang
studi teknologi pembelajaran dan menyarankan kawasan yang perlu diteliti. Oleh
karena itu, definisi stipulatif yang berimplikasi programatislah yang
diperlukan untuk tujuan komunikasi.
Sebuah bidang kajian dapat didefinisikan dalam beberapa cara, dengan
peran yang dimainkan oleh para praktisi, dengan ruang lingkup pengetahuan
tertentu, atau dengan syarat-syarat professional di bidang itu
(Marriner-Tommey, 1989). Definisi bisa bersifat logis atau metaforis atau
paduan keduanya. Misalnya, peran dalam sebuah bidang kajian dapat
dideskripsikan melalui metaphor, seperti menggambarkan pembuatan rancangan pembelajaran
seperti seorang pemahat yang sedang merancang patung dan pahatannya.
Sebelum sebuah definisi dikembangkan, parameter definisi itu perlu
dijelaskan. Parameter adalah asumsi yang menjadi dasar untuk membuat keputusan.
Untuk bisa diformulasikan, keputusan haruslah memuat ruang lingkup (scope),
tujuan (purpose), titik pandang (viewpoint), sasaran (audience) dan
karakteristik penting (essential characteristics) yang perlu diperhatikan.
Definisi teknologi pembelajaran tahun 1994 didasarkan pada asumsi-asumsi
berikut ini:
Teknologi pembelajaran merupakan sebuah gerakan untuk menjadi bidang
kajian atau bidang studi dan profesi. Oleh karena profesi berhubungan dengan
dasar pengetahuan, definisi tahun 1994 haruslah mengidentifikasi dan menekankan
pada teknologi pembelajaran secara akademis yaitu sebagai bidang akademis dan
juga sebagai swsuatu yang praktis. Ini berbeda dengan definisi tahun 1977 yang
lebih menekankan pada peran-peran praktis.
Definisi bidang studi yang sudah direvisi itu harus memuat kawasan yang
menjadi perhatian praktisi dan para pakar. Kawasan-kawasan itu merupakan domain
dari bidang studi.
Proses dan produk sangat penting dan perlu untuk direfleksikan dalam
definisi.
Hal-hal lain yang tidak dipahami atau dikenali secara jelas oleh professional
teknologi pembelajaran harus disishkan dari definisi.
Meskipun tidak dinyatakan secara jelas, beberapa karakteristik penting
bidang studi itu sudah termuat secara emplisit dalam definisi itu. Pertama,
diasumsikan bahwa baik penelitian maupun praktek dalam bidang studi itu
dilakukan dengan format standar yang disertai norma-norma etik profesi. Di
samping itu, juga diasumsikan bahwa keputusan professional teknologi
pembelajaran ditentukan oleh pemahaman tentang intervensi yang lebih cenderung
membuahkan hasil yang efektif. Kesadaran mengenai dasar pengetahuan tentang
sesuatu yang terjadi dalam lingkungan beragam dan pemakaiandasar pengetahuan
itu merupakan titik pijakan penting para professional teknologi pembelajaran.
Para teknolog pembelajaran yang gagal mengikuti praktik yang efektif telah
menyimpang dari komitmen mereka pada norma-norma bidang studi itu.
Definisi itu juga mengasumsikan bahwa praktik dalam bidang studi
diwarnai oleh pencapaian tujuan yang efektif. Kemampuan untuk mencapai tujuan
yang efektif dan produktif yaitu dengan cara yang lebih langsung, singkat, dan
hemat. Banyak kegiatan yang dilakukan oleh para teknolog pembelajaran sebagai
professional juga dilakukan oleh orang lain, seperti mengembangkan perangkat
computer untuk pembelajaran, menyeleksi materi untuk pembelajaran, dan membuat
rekaman video. Diasumsikan perbedaannya adalah bahwa para professional itu akan
mampu melakukan kegiatan itu dengan cara yang lebih.
Teknologi Pembelajaran
Secara historis bidang studi ini yang disebut sebagai “Teknologi
Pendidikan” (Educational Technology) dan “Teknologi
Pembelajaran” (Instructional Technology).Mereka yang lebih suka
menggunakan istilah teknologi pembelajaran karena dua alasan. Yang pertama
ialah bahwa kata pembelajaran (Instructional) lebih sesuai
untuk mendeskripsikan fungsi-fungsi teknologi. Kedua, mereka menyatakan bahwa
istilah pembelajaran lebih tepat sebab teknologi pendidikan pada umumnya
berimplikasi pada lingkungan sekolah atau lingkungan pendidikan. Bagi
kebanyakan pihak istilah pembelajaran memadukan tidak saja lingkungan
persekolahan akan tetapi juga situasi pelatihan di luar sistem persekolahan.
Knirk dan Gustafon (1986) menyatakan bahwa pembelajaran pada dasarnya
berhubungan dengan masalah pengajaran (teaching) dan
belajar (learning), sedangkan pendidikan mencakup semua aspek
pendidikan.
Mereka yang menyukai menggunakan istilah teknologi pendidikan
menyatakan bahwa oleh karena pembelajaran (Instruction) dipandang
oleh kebanyakan sebagai bagian pendidikan, maka pembelajaran itu dapat membantu
mempertahankan focus bidang studi itu(Association for Educational
Communications and Technology, 1977; Saettler, 1990). Mereka percaya
bahwa pendidikan mengacu ke belajar dalam banyak lingkungan termasuk rumah,
sekolah, dan kerja. Sedangkan pembelajaran hanya berkonotasi kegiatan belajar
di lingkungan sekolah.
Tampaklah bahwa kedua kelompok itu menggunakan rasional yang sama untuk
memperkuat pandangan mereka mengenai pemakaian istilah yang berbeda. Mereka
jugalah yang menggunakan kedua istilah itu untuk pengertian yang sama setelah
bertahun-tahun seperti yang dicatat oleh finn tahun 1965. Sekitar tiga puluh
tahun yang lalu istilah “Teknologi pendidikan” lebih disukai di inggris dan
kanada., sedangkan istilah “Teknologi Pembelajaran” banyak dipakai di amerika
serikat dewasa ini.
Pada tahun 1977 Asosiasi komunikasi dan teknologi pendidikan (Association
for Educational Communications and Technology/ AECT) membedakan
istilah antara “Teknologi pendidikan” dengan “Teknologi pembelajaran. Teknologi
pendidikan pendidikan digunakan untuk mendeskripsikan bagian pendidikan yang
digunakan untuk menangani masalah yang berhubungan dengan semua aspek belajar
manusia melalui proses yang kompleks dan berkaitan. Interaksi ini juga
memungkinkan “Teknologi Pendidikan” untuk mencakup belajar melalui media massa
dan sistem pendukung pembelajaran termasuk sistem manajemennya. Teknologi dalam
pendidikan digunakan untuk mendiskripsikan aplikasi teknologi yang digunakan
oleh sistem pendukung pendidikan seperti pelaporan nilai, pembuatan jadwal dan
pendanaan. “Teknologi Pembelajaran” didefinisikan sebagai bagian teknologi
pendidikan dengan menggunakan rasional bahwa pembelajaran (Instruction) adalah
bagian pendidikan yang hanya berhubungan dengan belajar yang bertujuan dan
dapat dikontrol (AECT, 1977).
Tidak ada komentar:
Posting Komentar