PENGGUNAAN MEDIA PEMBELAJARAN
OLEH
DIAN WAHYUDI, S.PD
MATA KULIAH : TEKNOLOGI PENDIDIKAN
TAHUN 2018
BAB
I
PENDAHULUAN
A.
Latar Belakang Masalah
Media pembelajaran adalah suatu bagian yang integral dari proses pembelajaran
di kelas . Untuk mencapai hasil belajar yang maksimal, pembelajar harus
mempunyai pengetahuan tentang pengelolaan media pembelajaran baik sebagai alat
bantu pengajaran maupun sebagai pendukung agar materi / isi pelajaran
semakin jelas dan dengan mudah dapat dikuasai pebelajar.
Dalam proses pembelajaran terdapat tiga komponen yang saling berhubungan, yaitu
: 1) pembelajar (dosen, guru, instruktur dan tutor) yang berfungsi sebagai
komunikator, 2) pebelajar (mahasiswa dan siswa ) yang berperan sebagai
komunikan , dan 3) bahan ajar yang merupakan pesan yang akan disampaikan kepada
pebelajar untuk dipelajari (Situmorang, 2009)
Penggunaan media dalam pembelajaran dimaksudkan untuk dapat membantu mengatasi
berbagai hambatan dalam proses pembelajaran termasuk hambatan psikologis,
hambatan fisik, hambatan kultural dan hambatan lingkungan. Secara umum media
pembelajaran mempunyai kegunaan :1) Memperjelas penyajian pesan, 2) Mengatasi
keterbatasan ruang, 3) Mengatasi sikap pasif siswa.
Dalam
usaha meningkatkan kualitas proses pembelajaran dan hasil pembelajaran, kita
tidak boleh melupakan satu hal yang sudah pasti kebenarannya, yaitu bahwa
pebelajar harus sebanyak-banyaknya harus berinteraksi dengan sumber belajar.
Tanpa sumber belajar yang memadai sulit diharapkan dapat diwujudkan proses
pembelajaran yang mengarah kepada tercapainya hasil belajar yang optimal. Dengan
demikian penggunaan media sebagai sumber belajar dalam kegiatan pembelajaran
mempunyai arti yang sangat penting. Selain melengkapi, memelihara dan
memperkaya proses pembelajaran media berkedudukan untuk meningkatkan kegiatan
akademik pebelajar.
Dengan
dimanfaatkannya media secara maksimal, pemahaman tidak akan terbatas pada apa
yang diperolehnya melalui kegiatan tatap muka tetapi akan mampu menggali
berbagai jenis ilmu pengetahuan terutama yang sesuai dengan bidang keahliannya.
B.
Rumusan Masalah
1.
Bagaimana penggunaan media pembelajaran
2.
Bagaimana perawatan media pembelajaran
c.
Tujuan Penulisan
1.
Untuk mengetahui penggunaan media dalam pembelajaran
2.
Untuk mengetahui perawatan media pembelajaran.
BAB
II
PEMBAHASAN
A. Penggunaan
Media Pembelajaran
Media
adalah perantara atau pengantar pesan
dari pengirim ke penerima pesan. AECT (1979) mengartikan
media sebagai salah satu bentuk dan saluran untuk proses transmisi informasi /
pesan. Secara sederhana apa yang dimaksud dengan media dapat dikelompokkan
dalam dua pengertian. Pengertian pertama dikatakan bahwa media adalah segala
yang dapat digunakan untuk menyampaikan atau memperjelas pesan pembelajaran dan
pengertian yang kedua adalah media yang dirancang secara khusus untuk
mencapai tujuan atau kompetensi pembelajaran tertentu.
Berbagai
kajian teoritik maupun empirik menunjukkan kegunaan media dalam pembelajaran
adalah sebagai berikut :
1. Media
mampu memberikan rangsangan yang bervariasi dan mengurangi kecenderungan
verbalis
2. Media
dapat mengatasi keterbatasan pengalaman yang dimiliki oleh pebelajar
3. Media
dapat mengatasi keterbatasan fisik dan lingkungan belajar (ruang kelas) : a)
objek yang terlalu besar atau terlalu kecil, b) gerakan-gerakan yang
terlalu cepat atau lambat, c) objek yang terlalu kompleks, dan d) objek yang
terlalu jauh atau sukar dijangkau (geografis).
4. Media
memungkinkan adanya interaksi langsung antara pebelajar dan lingkungannya.
5. Media menghasilkan keseragaman pengamatan (menyatukan
tanggapan)
6. Media membangkitkan keinginan dan minat baru
7. Media membangkitkan motivasi dan merangsang untuk belajar
8. Media memberikan pengalaman yang integral/ menyeluruh
dari sesuatu yang kongkrit maupun abstrak
9. Media memberikan kesempatan kepada pebelajar untuk
belajar mandiri, pada tempat dan waktu serta kecepatan yang ditentukan sendiri.
Dalam usaha menggunakan media dalam proses
pembelajaran perlu memahami prinsip-prinsip umum dalam pemilihan media, yakni :
1. Tidak ada suatu media yang terbaik untuk mencapai semua
tujuan pembelajaran.
2. Penggunaan media harus didasarkan pada tujuan
pembelajaran yang hendak dicapai. Dengan
demikian pemanfaatan media harus menjadi bagian integral dari penyajian
pelajaran.
3. Penggunaan media harus mempertimbangkan kecocokan ciri
media dengan karakteristik materi pelajaran yang disajikan.
4. Penggunaan media harus disesuaikan dengan bentuk kegiatan
belajar yang akan dilaksanakan seperti belajar klasikal, kelompok kecil,
belajar secara individual dan belajar mandiri.
5. Guru hendaknya kenal betul dengan alat yang akan
digunakan. Penggunaan media harus disertai persiapan yang cukup seperti
mempreview media yang akan dipakai, mempersiapkan peralatan yang
dibutuhkan.
6. Penggunaan media harus diusahakan agar senantiasa
melibatkan partisipasi aktif peserta.
7. Media yang digunakan hendaknya dipilih secara objektif,
tidak didasarkan atas kesenangan pribadi.
8. Aneka ragam media
9. Kepraktisan dan ketersediaan media.
Penggunaan media pembelajaran menurut
taksonomi Leshin dan kawan-kawan (1992) dapat dibagi menjadi :a) media berbasis
manusia (guru, instruktur, tutor, main peran, kegiatan kelompok), b) media
berbasis cetakan (buku penuntun, buku kerja / latihan, dan lembaran lepas), c)
media berbasis visual (buku, chart, grafik, peta, figur / gambar, transparansi,
film bingkai atau slide), d) media berbasis audio visual (video, film, slide
bersama tape, televisi) dan media berbasis komputer (pengajaran dengan bantuan
komputer dan video interaktif)
a. Tujuan Penggunaan Media Pembelajaran.
Penggunaan media atau alat-alat modern di dalam perkuliahan bukan bermaksud
mengganti cara mengajar yang baik, melainkan untuk melengkapi dan membantu para
dosen dalam menyampaikan materi atau informasi. Dengan menggunakan media
diharapkan terjadi interaksi antara dosen dengan mahasiswa secara maksimal
sehingga dapat mencapai hasil belajar yang sesuai dengan tujuan. Sebenarnya
tidak ada ketentuan kapan suatu media harus digunakan, tetapi sangat disarankan
bagi para dosen untuk memilih dan menggunakan media dengan tepat.
Secara umum tujuan penggunaan media
pembelajaran adalah membantu guru dalam menyampaikan pesan-pesan atau materi
pelajaran kepada siswanya, agar pesan lebih mudah dimengerti, lebih menarik,
dan lebih menyenangkan kepada siswa. Sedangkan secara khusus media pembelajaran
digunakan dengan tujuan:
§ Memberikan pengalaman belajar yang berbeda dan bervariasi
sehingga merangsang minat siswa untuk belajar.
§ Menumbuhkan sikap dan keterampilan tertentu dalam bidang
teknologi
§ Menciptakan situasi belajar yang tidak mudah dilupakan
oleh siswa
§ Untuk mewujudkan situasi belajar yang efektif
§ Untuk memberikan motivasi belajar kepada siswa
(Situmorang, 2009)
Ada beberapa jenis media pembelajaran yang
dapat digunakan seperti yang dikemukakan oleh Anderson (1976) media dapat
dikelompokkan menjadi 10 golongan sebagai berikut :
No
|
Golongan
Media
|
Contoh
|
1.
|
Audio
|
Kaset
audio, siaran radio, CD, telepon
|
2.
|
Cetak
|
Buku
pelajaran, modul, brosur, leaflet, gambar
|
3.
|
Audio
cetak
|
Kaset
audio yang dilengkapi bahan tertulis
|
4.
|
Proyeksi
visual diam
|
Overhead
transparansi (OHT), film bingkai (slide)
|
5.
|
Proyeksi
audio visual diam
|
Film bingkai
bersuara
|
6.
|
Visual
gerak
|
Film
bisu
|
7.
|
Audio
visual gerak
|
Film
gerak bersuara, video / VCD, televisi
|
8.
|
Obyek
fisik (realita)
|
Benda
nyata, model specimen
|
9.
|
Komputer
|
CAI,
(pembelajaran berbantuan computer)
|
10.
|
Manusia
dan lingkungan
|
Guru, pustakawan,
laboran, nara sumber, lingkungan belajar, peristiwa, benda-benda karya
manusia, batu-batuan, flora dan fauna, serta alam sekitar.
|
Tujuan lain dari penggunaan media
pembelajaran dapat pula diperoleh dari kemampuan yang dimiliki media itu sendiri.
Kemampuan tersebut diantaranya adalah :
§ Memperbesar benda yang sangat kecil dan tidak tampak oleh
mata menjadi lebih besar. Misalnya kuman yang tidak tampak oleh mata menjadi
diperbesar jutaan kali dengan menggunakan mikroskop kamera, sehingga hasilnya
dapat dilihat dengan jelas, bahkan dapat dicetak pada kertas foto dengan
kualitas hampir sama seperti kita melihat pada mikroskop.
§ Menyajikan benda atau peristiwa yang jauh kehadapan
peserta. Hal ini dapat dilakukan dengan penggunaan gambar atau program video.
Dengan merekammya melalui kamera, objek yang letaknya sangat jauh dan tidak
mungkin dijangkau siswa dapat dihadirkan dengan mudah ke hadapan siswa.
Misalnta tentang salju, air terjun Niagara, bulan dan perut bumi, yang tadinya
adalah sessuatu yang tidak mungkin dipelajari, dengan teknologi media semuanya
menjadi kenyataan.
§ Menyajikan peristiwa yang kompleks, rumit, berlangsung
dengan cepat atau sangat lambat menjadi sistematis dan sederhana.
§ Menampung sejumlah besar peserta untuk mempelajari materi
pelajaran dalam waktu yang sama. Misalnya program televisi pendidikan sekolah
yang ditayangkan TPI dimana seluruh siswa di Indonesia bisa belajar secara
serempak untuk suatu topik yang sama. Penggunaan media seperti televisi mampu
menampung sejumlah besar peserta yang tersebar di berbagai penjuru, tidak hanya
media televisi, media radio, modul dan internet juga dapat melakukan hal yang
sama.
§ Menyajikan benda atau peristiwa berbahaya ke hadapan
siswa. Tentu tidak ada guru yang mau membawa siswanya ke dekat gunung berapi
yang sedang meletus untuk mempelajari ”peristiwa meletusnya gunung berapi” atau
membawa siswanya ke kandang harimau yang sedang terluka untuk mempelajari
perilakunya bila disakiti. Tentu hal itu tidak perlu dilakukan, dengan
menggunakan media film atau televisi, peristiwa-peristiwa tersebut dapat
diamati dan didiskusikan bersama siswa di dalam kelasnya tanpa harus menantang
resiko.
§ Meningkatkan daya tarik pelajaran dan perhatian peserta.
Program audio yang menyajikan drama misalnya mampu menarik perhatian siswa dan
meningkatkan imajinasi mereka terhadap suatu pesan atau peristiwa tertentu.
§ Memberikan pengalaman langsung kepada siswa tentang suatu
kejadian atau peristiwa, sehingga menjadi bagian dari pengalaman belajarnya.
§ Meningkatkan sistimatika pengajaran, seringkali guru
mengajar ngelantur kesana kemari tanpa target yang jelas. Bagi siswa yang baru
belajar tentang sesuatu , mereka membutuhkan proses belajar yang sistimatis,
terstruktur sesuai dengan kebutuhan belajar mereka. Untuk mengatasinya dapat
menggunakan media OHT atau Power Point dan sebagainya, karena semua
program-program tersebut telah dirancang sesuai dengan kebutuhan tujuan /
kompetensi pembelajaran, dan karakteristik siswa yang akan menggunakannya.
b. Manfaat Media dalam Pembelajaran
Penggunaan media bukan saja memberi manfaat bagi siswa, tetapi juga bagi guru
sebagai pengajar. Berikut ini adalah berbagai manfaat dari penggunaan media
dalam kegiatan pembelajaran, baik bagi siswa, bagi guru, maupun pihak-pihak
lain yang terlibat dalam kegiatan pengembangan pembelajaran.
Ada beberapa manfaat yang dapat diperoleh
dari penggunaan media pembelajaran antara lain :
1.
Untuk
memperlancar interaksi. Dalam hal ini keberadaan media merupakan medium antara
pesan dengan siswa, antara guru dengan siswa. Dengan demikian kehadiran media
akan meningkatkan kualitas interaksi, baik itu interaksi guru dengan siswa ,
maupun interaksi siswa dengan siswa atau siswa dengan pesan, yang pada
gilirannya akan membantu siswa belajar secara optimal.
2.
Proses
belajar menjadi lebih menarik. Dengan media pembelajaran dapat membangkitkan
keingintahuan siswa, merangsang siswa untuk bereaksi terhadap penjelasan guru,
memungkinkan mereka menyentuk objek pelajaran, dan membantu mengkongkritkan
sesuatu yang abstrak
3.
Pengelolaan
pembelajaran lebih efektif dan efisien. Dengan adanya media pembelajaran,
guru dapat terbantu untuk tidak perlu banyak menulis atau menggambar dipapan
tulis. Gambar dan tulisan yang dibutuhkan dapat diperoleh melalui fasilitas komputer,
atau guru dapat memanfaatkan benda-benda yang ada di lingkungan sekolah.
4.
Meningkatkan
kualitas belajar siswa. Penggunaan media pembelajaran secara benar tidak hanya
membuat proses pembelajaran menjadi lebih efisien tetapi juga dapat membantu
siswa menyerap materi pelajaran lebih dalam dan utuh. Hal ini tentunya akan
meningkatkan kualitas belajar siswa secara menyeluruh.
5.
Proses
pembelajaran dapat dilakukan dimana dan kapan saja sesuai dengan kondisi guru
dan siswa.
6.
Menimbulkan
sikap positif siswa terhadap proses pembelajaran. Penggunaan media yang
dirancang sesuai dengan kebutuhan belajar siswa dapat menimbulkan sikap positif
siswa terhadap proses pembelajaran. Hal ini terjadi karena media dapat
menyajikan pesan dengan konkrit disertai dengan contoh-contoh yang dapat
meyakinkan siswa akan kebenaran suatu ilmu pengetahuan yang dipelajari.
b. Perawatan Media Pembelajaran
Penggunaan media secara rutin membutuhkan
perawatan yang baik, perawatan ini dilakukan sesuai dengan karakteristik media
dengan berbagai komponennya. Berikut ini adalah penjelasan mengenai perawatan
beberapa media yang sering digunakan dalam pembelajaran di sekolah, yakni :
1.
Media
Grafis
Media grafis sangat dipengaruhi oleh kelembaban udara
yang dapat mengakibatkan pelapukan dan pengotoran, oleh karena nya media ini
harus :
§
Ditempatkan
pada ruangan yang kadar air dalam udaranya rendah, sejuk serta bebas dari debu.
§
Menempatkan
media pada tempat tertutup atau dibungkus dengan bahan plastik sehingga tidak
dimakan ngengat.
§
Sebaiknya selalu
tergantung pada tempat penyimpanan (tidak tertindih)
2. Media
Rekam
a. Pita Magnetik
§ Ditempatkan jauh dari bahan-bahan yang mengandung magnit
§ Ditempatkan pada ruangan yang kelembabannya rendah dan
sejuk
§ Menempatkannya pada kotak pembungkus
b. Disket
§ Setelah selesai digunakan selalu dibersihkan
permukaannya dengan cairan pembersih
§ Menempatkannya pada kotak pembungkus
§ Ditempatkan pada tempat yang sejuk
c. Film
§ Menempatkannya pada ruangan yang kelembabannya rendah dan
sejuk
§ Menempatkan pada kotak penyimpanan
d. Flashdisk
§ Setelah selesai digunakan selalu dibersihkan dengan
antivirus
§ Jika tidak digunakan top cupnya harus selalu terpasang
3. Media Transparansi
§ Antar transparansi harus diberi kertas pelapis
§ Ditempatkan pada ruangan yang kelembabannya rendah dan
sejuk
4. Objek Fisik
§ Ditempatkan pada rak yang jaraknya cukup jauh sehingga
tidak bersentuhan ketika diangkat dari tempat peletakannya
§ Ditempatkan pada ruangan yang sejuk
§ Upayakan catnya selalu terjaga
5. Media cetak
§ Ditempatkan pada rak dengan posisi tegak di ruangan yang
sejuk
§ Pada rak hendaknya diberi anti ngengat.
DAFTAR PUSTAKA
AECT. (1979). Defenisi Teknologi Pendidikan. Jakarta :Rajawali
Arsyad, Azhar .(2007). Media Pembelajaran.
Jakarta : Raja Grafindo Persada
Leshin , CB, Pollock, Reigeluth, CM. (1992). Instructional Design Strategies and Tactics. Engelwood
Cliffs : Educational Technology Publications.
Sadiman,
Arief S. (2008). Media Pendidikan ,Pengertian, Pengembangan,
dan Pemanfaatannya. Jakarta : Raja Grafindo Persada
Situmorang, Robinson. (2009). Media
Pembelajaran Berbasis Lingkungan. Makalah pada Seminar Opimalisasi
Penggunaan Media Pendidikan Dalam Pembelajaran Tanggal 23 Mei 2009 di Unimed.
PSBTK-SK Unimed
Anderson. R.H. (1983). Pemilihan dan
Pengembangan Media Untuk Pembelajaran. Jakarta : Universitas Terbuka dan
Pusat Antar Universitas
Tidak ada komentar:
Posting Komentar