Kamis, 08 November 2018

PRINSIP DASAR PENGEMBANGAN TIK DALAM MEMBANTU DUNIA KERJA (MATAKULIAH LANDASAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN)

PRINSIP DASAR PENGEMBANGAN TIK DALAM MEMBANTU DUNIA KERJA (MATAKULIAH LANDASAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN)


TUGAS TERSTRUKTUR

 PRINSIP DASAR PENGEMBANGAN TIK UNTUK
 MENUNJANG DUNIA KERJA
MATA KULIAH LANDASAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN


 DISUSUN OLEH : 
DIAN WAHYUDI, S.Pd 
NIM : P2A118023


 DOSEN PENGAMPU : Dr. SYAMSURIZAL, M.Si 


 MAGISTER TEKNOLOGI PENDIDIKAN
 KONSENTRASI PENDIDIKAN OLAHRAGA DAN KESEHATAN 
PROGRAM PASCA SARJANA
UNIVERSITAS JAMBI
 2018 






 BAB I 
PENDAHULUAN 

 A. Latar Belakang Masalah

           Teknologi adalah cara menggunakan ilmu pengetahuan untuk memecahkan masalah praktis. Melalui pemanfaatan TIK kita dapat meningkatkan kualitas SDM. Teknologi informasi berkembang sejalan dengan perkembangan teori dan komunikasi serta teknologi yang menunjang terhadap praktik kegiatan pembelajaran. Perkembangan TIK telah memberi kontribusi terhadap terjadinya revolusi diberbagai bidang. Eric Ashby (1972) menyatakan bahwa dunia pendidikan telah memasuki revolusinya yang kelima. Revolusi pertama, terjadi ketika orang menyerahkan pendidikan anaknya kepada seorang guru. Revolusi kedua, terjadi ketika digunakannya tulisan untuk keperluan pembelajaran. Revolusi ketiga, terjadi ketika diciptakannya mesin cetak sehingga materi pembelajaran dapat disajikan melalui media cetak. Revolusi keempat, terjadi ketika digunakannya perangkat elektronik seperti radio dan televisi untuk pemerataan dan perluasan pendidikan. Revolusi kelima, seperti saat ini, dimanfaatkannya TIK tercanggih khususnya komputer dan internet dalam kegiatan pendidikan. 
           Ada berbagai manfaat dari Teknologi Informasi dan komunikasi Salah satu manfaat TIK yaitu dalam dunia pendidikan terutama dalam proses pembelajaran. Teknologi dan informasi telah menjadi factor pendukung dalam proses pembelajaran, salah satunya pemanfaatannya sebagai media pembelajaran, sehingga mempermudah guru dalam memyampaikan materi pelajaran dan mempermudah siswa dalam menangkap materi yang diberikan. Selain itu internet juga sangat menunjang pembelajaran, karena melalui internet kita dengan mudah dapat mengakses berbagai informasi yang kita inginkan dengan cepat dan murah, sehingga akan menambah wawasan dan pengetahuan kita sebagai guru dan peserta didik. Namun kenyataan dilapangan terutama pendidikan di sekolah-sekolah terpencil masih belum mengetahui dan memanfaatkan teknologi dan informasi dalam menunjang pembelajaran. Sehingga teknologi informasi dan Komunikasi belum dapat digunakan secara maksimal dalam meningkatkan mutu pendidikan. 
          TIK telah memberi pengaruh yang sangat besar dalam pembelajaran, selain mengeser makna pembelajaran, dan meningkatkan motivasi dan semangat belajar siswa, TIK juga telah mengubah peran guru, guru yang dulu menjadi satu-satunya sumber informasi sekarang tidak lagi, sekarang guru berperan sebagai fasilitator dan siswa diharuskan lebih aktif dalam mengali informasi baik di buku maupun di internet, sehingga wawasan siswa menjadi lebih luas. Namun perlu dilakukan optimalisasi penggunaan TIK dalam pembelajaran agar TIK dapat dimanfaatkan secara optimal dalam menunjang proses pembelajaran guna meningkatkan mutu pendidikan 

 B. Rumusan Masalah 
    1. Apa saja ruang lingkup teknologi, informasi, dan komunikasi? 
    2. Apa prinsip teknologi, informasi, dan komunikasi? 
    3. Bagaiman pengembangan TIK terhadap Dunia Kerja? 

 C. Tujuan Pembahasan 
    1. Untuk mengetahui apa saja ruang lingkup pengembangan teknologi, informasi, dan komunikasi. 
    2. Untuk mengetahui apa prinsip teknologi, informasi, dan komunikasi. 
    3. Untuk mengetahui pengembangan TIK terhadap dunia kerja. 


 BAB II 
PEMBAHASAN 

 A. Pengertian Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) 

           Teknologi berasal dari bahasa Yunani yaitu Technologia menurut Webster Dictionary berarti systematic treatment atau penanganan sesuatu secara sistematis, sedangkan techne sebagai dasar kata Teknologi berarti skill, science atau keahlian, keterampilan, ilmu. Kata teknologi secara harfiah berasal dari bahasa latin texere yang berarti menyusun atau membangun, sehingga istilah teknologi seharusnya tidak terbatas pada penggunaan mesin, meskipun dalam arti sempit hal tersebut sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari. Menurut Rusman, dkk (2011) teknologi adalah suatu rancangan atau desain untuk alat bantu tindakan yang mengurangi ketidak pastian dalam hubungan sebab akibat dalam mencapai suatu hasil yang diinginkan. Informasi adalah fakta atau apa pun yang dapat digunakan sebagai input dalam menghasilkan informasi. 
          Komunikasi adalah suatu proses penyampaian pesan (ide,gagasan,materi pelajaran) dari satu pihak lain agar terjadi saling memengaruhi di antara keduanya. Teknologi Informasi adalah ilmu yang diperlukan untuk mengelola informasi agar informasi tersebut dapat dicari dengan mudah dan akurat, informasi dapat dikatakan sebagai data yang telah diolah. 
         Data atau informasi tersebut dapat berupa tulisan, suara, gambar, video dan sebagainya, menurut Darmawan (2012). Information and Communication Technology (ICT) dalam konteks bahasa Indonesia disebut Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dalam waktu yang sangat singkat telah menjadi satu bahan bangunan penting dalam perkembangan kehidupan masyarakat modern. Dibanyak negara menganggap bahwa memahami TIK, menguasai keterampilan dasar TIK serta memiliki konsep TIK merupakan bagian dari inti pendidikan, sejajar dengan membaca, menulis, dan numerasi. 
             Pengertian lain dari Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) yang dikutip dalam Rusman, dkk (2011) adalah sebagian dari ilmu Pengetahuan dan Teknologi (IPTEK) secara umum adalah semua teknologi yang berhubungan dengan pengambilan, pengumpulan, pengolahan, penyimpanan, penyebaran, dan penyajian informasi. Tercakup dengan defenisi tersebut semua perangkat keras, perangkat lunak, kandungan isi, dan infrastruktur komputer maupun komunikasi. UNESCO menyatakan bahwa semua negara maju dan berkembang, perlu mendapatkan akses TIK dan menyediakan fasilitas pendidikan yang terbaik, sehingga diperoleh generasi muda yang siap berperan penuh dalam masyarakat modern mampu berperan dalam negara pengetahuan. Karena perkembangan TIK yang pesat, perubahan terus menerus menjadi tantangan berbagai pihak, dari kementrian pendidikan, pengajar dan penerbit. 
           Keterbatasan sumber daya mengungkung sistem pendidikan. Namun TIK demikian pentingnya bagi sehatnya industri dan komersial dimasa depan negara, sehingga investasi dalam peralatan, pendidikan guru, serta layanan pendukung untuk kurikulum berdasarkan TIK seharusnya prioritas pemerintah. Pemanfaatan teknologi dan komunikasi dalam bidang pendidikan menurut Munir (2009, pemanfaatan komputer dan jaringan komputer memberikan kesempatan kepada setiap pembelajaran untuk mengakses materi pembelajaran yang disajikan dalam bentuk interaktif melalui jaringan komputer. 
          Dari penjelasan tersebut dapat dimaknai bahwa TIK merupakan media yang berupa teknologi seperti komputer beserta jaringanya yang dapat digunakan untuk proses pengolahan dan pemprosesan data yang berguna untuk pemanfaatan berbagai bidang sosial, ekonomi, budaya dan tentunya pendidikan. Pada tingkat global perkembangan TIK telah memengaruhi seluruh bidang kehidupan umat manusia. Intruksi TIK ke dalam bidang-bidang teknologi lain telah sedemikian jauh, sehingga tiada satu pun peralatan hasil inovasi teknologi yang tidak memanfaatkan perangkat TIK. 
           Manfaat yang dapat diambil dari penggunaan teknologi informasi, dan komunikasi, diantaranya : 
  1. Cepat, yaitu satu nilai yang relatif. Komputer bisa melakukan dalam sekejap mata dan lebih cepat.
  2. Konsisten, yaitu komputer mampu melakukan pekerjaan yang berulang secara konsisten. 
  3.  Tepat, yaitu komputer berupayaa mengesankan perbedaan yang sangat kecil. 
  4. Kepercayaan, yaitu dengan kecapatan, kekonsistenan dan ketepatan, maka kita dapat         memperkirakan bahwa keputusan yang dihasilkannya dapat dipercaya dan hasil yang sama bisa     diperoleh berulang kali. 
  5. Meningkatkan produktifitas. 
  6. Mencetuskan kreativitas. 


B. Ruang Lingkup TIK
             Secara garis besar, teknologi informasi dapat dikelompokkan menjadi dua bagian, perangkat lunak dan perangkat keras. Perangkat keras berhubungan dengan peralatan-peralatan yang bersifat fisik, seperti memori, printer, dan keyboard. Perangkat lunak berhubungan dengan instruksi-instruksi untuk mengatur perangkat keras supaya bekerja sesuai instruksi. Pengelompokan Teknologi Informasi. Teknologi informasi dapat dikelompokan menjadi 6 teknologi yakni : 

  1. Teknologi Masukan adalah perangkat yang digunakan untuk menangkap data/informasi dari       sumber asalnya. 
  2. Teknologi Keluaran Supaya diterima oleh pemakai yang membutuhkan, informasi perlu disajikan   dalam berbagai bentuk. Dalam hal ini, teknologi keluaran mempunyai andil yang cukup besar.  Karena pada umumnya, informasi disajikan dalan monitor. 
  3. Teknologi Perangkat Lunak Perangkat lunak atau dikenal juga dengan sebutanprogram adalah deretan instruksi yang digunakan untuk mengedalikan komputer sehinggakomputer dapat melakukan tindakan sesuai yang dikehendaki pembuatnya. 
  4. Teknologi Penyimpan Media penyimpanan yang baik harus memenuhi kriteria sebagai berikut:  a) Tingkat redudansi yang kecil b) Kecepatan tinggi sesuai atau sesuai yang dibutuhkan c) Open (bersifat terbuka antar vendor system operasi ataupun peyimpanan) 
  5. Teknologi Telekomunikasi Teknologi telekomunikasi terdiri dari perangkat keras dan perangkat lunak yang menyebarkan informasi dari system dari satu tempat ke tempat lain. Teknologi ini dapat menyebarkan teks, data, grafik, suara, dokumen, atau video. 
  6. Mesin Pemroses Adalah bagian penting dala teknologi informasi yang berfungsi untuk mengingat data atau program (berupa komponen memori) dan mengeksekusi program (berupa komponen CPU). 

           Menurut Kemendikbud TIK mencakup 2 aspek : 1. TIK meliputi segala hal yang berkaitan dengan proses, penggunaan sebagai alat bantu, manipulasi,dan pengolahan informasi 2. TIK adalah segala hal yang berkaitan dengan penggunaan alat bantu untuk memproses, menstransfer data dari prangkat satu ke perangkat yang lain. 

 C. Prinsip TIK 
         Prinsip dari TIK adalah High Tech dan High Touch Apa itu High Tech ? apa pula itu High Touch? Teknologi selalu membawa sejumlah konsekuensi ke tengah masyarakat penggunanya. Ada yang kita harapkan, ada juga yang tak terduga, tetapi ada juga yang sama sekali diharapkan. Dalam bukunya yang cukup terkenal ” High Tech, High Touch “, karya John Naisbitt, High Tech lebih kurang memiliki pengertian yaitu kemajuan dimasa depan, inovasi, kemajuan – kontrol. Sedangkan High Touch adalah mempercayai sesuatu yang mengakui adanya hal-hal yang lebih besar daripada kita atau mengakui adanya sesuatu yang lebih besar di luar diri kita, entah kemanusiaan atau ketuhanan. Jadi pengertian dari “High Tech – High Touch” lebih kurang adalah menikmati buah kemajuan teknologi dan menyesuaikan dengan Tuhan kita, ataupun keyakinan spiritual kita. Hal ini menunjukkan bahwa kemajuan dan kecanggihan teknologi mesti dikendalikan oleh sentuhan moral dan nilai-nilai kemanusiaan yang juga tinggi. Namun, dalam kenyataannya sering ditemukan High Tech, Low touch. Teknologi tinggi, mahal, namun tidak dikendalikan oleh komitmen kemanusiaan yang kuat. Ibaratnya sebuah teknologi kurang berarti manakala yang mengendalikannya (manusia) tidak mempunyai “moral” yang baik. 
              Hal inilah yang sering kita katakan efek yang tak terduga atau tidak kita inginkan. Sering kita lihat tayangan di televisi, terjadi kematian akibat kecelakaan lalu lintas. Seolah-olah kendaraan motor sebagi suatu produk teknologi canggih itu tanpa disadari telah menjadi alat pembunuh. Tak ayal lagi kendaraan motor menjadi kambing hitam, di samping menambah kemacetan kota akibat lemahnya perencanaan dan pengaturan jalan. Jumlahnya juga semakin membeludak dan kurang terkendali. Penggunaan gadget yang berlebihan dan tidak pada tempatnya sepertinya juga mengurangi sensitifitas kita dalam berhubungan dengan sesama manusia. Kita lebih asyik “ngobrol” dengan fitur-fitur di gadget yang kita miliki, dibandingkan menghargai orang yang kita ajak bicara. Yang lebih mengerikan lagi tidak jarang kita lihat kecelakaan terjadi saat mereka sedang asyik menggunakan gadget di jalan. Kemajuan-kemajuan teknologi sepreti ini secara perlahan bisa melahirkan “generasi multitasking, dimana mereka adalah generasi yang terbiasa berkomunikasi dengan sesamanya sekaligus memainkan gadget mereka. High-tech mestinya dibarengi dengan high-touch. 
         Teknologi tinggi tanpa sentuhan dan kendali komitmen kemanusiaan tinggi hanya akan melahirkan malapetaka. Terdapat tiga prinsip dasar dalam teknologi pendidikan sebagai acuan dalam pengembangan dan pemanfaatannya, yaitu : 

  1. Prinsip Pendekatan System     
           Prinsip pendekatan sistem berarti bahwa penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran perlu diseain / perancangan dengan menggunakan pendekatan sistem. Dalam merancang pembelajaran diperlukan langkah-langkah procedural yang meliputi : identifikasi masalah, analisis keadaan, identifikasi tujuan, pengelolaan pembelajaran, penetapan metode, penetapan media evaluasi pembelajaran. 

2. Berorientasi pada siswa 
  Prinsip berorientasi pada siswa beratri bahwa dalam pembelajaran hendaknya memusatkan   perhatiannya pada peserta didik dengan memperhatikan karakteristik, minat, potensi dari siswa. 

3. Pemanfaatan sumber belajar 
   Sumber belajar berarti dalam pembelajaran mahasiswa hendaknya dapat memanfaatkan sumber  belajar untuk mengakses pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkannya. 

            Satu hal lagi bahwa teknologi pendidikan adalah satu bidang yang menekankan pada aspek belajar mahasiswa. Keberhasilan pembelajaran yang dilakukan dalam satu kegiatan pendidiakan adalah bagaimana mahasiswa dapat belajar, dengan cara mengidentifikasi, mengembangkan, mengorganisasi, serta menggunakan segala macam sumber belajar. Dengan demikian upaya pemecahan masalah dalam pendekatan teknologi pendidikan adalah dengan mendayagunakan sumber belajar. Hal ini sesuai dengan ditandai dengan pengubahan istilah dari teknologi pendidikan menjadi teknologi pembelajaran. Dalam definisi teknologi pembelajaran dinyatakan bahwa teknologi pendidikan adalah teori dan praktek dalam hal desain, pengembangan. Terdapat enam fungsi teknologi informasi, yaitu: 

  1. Menangkap (Capture) Menangkap disini dapat diartikan sebagai menginput. Misalnya menerima inputan dari mic, keyboard, scanner, dan lain-lain. 
  2. Mengolah (Processing) Mengolah atau memproses data masukkan yang diterima untuk menjadi informasi. Pengolahan dan pemrosesan data dapat berupa mengkonversi, menganalisis, dan menghitung (kalkulasi) 
  3. Menghasilkan (Generating) Menghasilkan atau mengorganisasikan informasi ke dalam bentuk yang berguna atau laporan yang dapat dimengerti oleh orang lain. Misal laporan, tabel, grafik, gambar, dan lain-lain. 
  4. Menyimpan (Storage) Merekam atau menyimpan data dan informasi dalam suatu media yang dapat digunakan untuk keperluan lain. Contohnya adalah menyimpan ke hard disk, flash disk, tape, dan lain-lain.
  5.  Mencari Kembali (Retrival) Menelusuri dan mendapatkan kembali informasi atau mengkopi data dan informasi yang sudah tersimpan. Misalnya mencari data penjualan yang sudah disimpan sebelumnya.
  6.  Mentransmisi (Transmission) Mengirim data dan informasi dari suatu lokasi ke lokasi lain melalui jaringan komputer. Misalkan mengirimkan data penjualan dari user A ke user yang lainnya. 

E. Pengembangan TIK dalam Dunia Kerja 

1) Pengembangan Teknologi dan Informasi dalam Pembelajaran (Dalam Meningkatkan  Profesionalisme Guru). 
        Dalam pembelajaran baik sebagai alat bantu belajar, alat bantu interaksi belajar-mengajar, maupun alat bantu atau sumber belajar mandiri bagi peserta didik dalam rangka meningkatkan kualitas pembelajaran baik dari segi proses maupun hasilnya.contoh pemanfaatan program audio pembelajaran ,program video pembelajaran dan lainnya. Usaha Pemanfaatan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Dunia Pendidikan di Indonesia TIK dalam dunia pendidikan digunakan untuk menunjang proses pembelajaran. Berikut adalah beberapa pemanfaatan TIK dalam pembelajaran yaitu :
  1.  Memanfaatkan fasilitas multimedia yang sudah tersedia untuk mempermudah kegiatan yang     dilakukan selama proses pembelajaran. Misalnya, untuk presentasi. Jika dahulu presentasi hanya menggunakan media OHP yang monoton, sekarang presentasi sudah dapat ditampilkan dengan LCD projector dan dibuat lebih kreatif dengan menampilkan berbagai konten multimedia, seperti gambar, video, suara, dan sebagainya. 
  2. Memanfaatkan internet untuk proses pembelajaran jarak jauh (kelas virtual). Kelas virtual ini sudah menjadi tren di era globalisasi sekarang. Karena kelas virtual memiliki beberapa keuntungan, seperti: peserta didik dapat mengekspresikan diri, bersosialisasi, saling berbagi pengetahuan, meningkatkan kreativitas, dan menumbuhkan cara belajar yang mandiri. 
  3. Memungkinkan peserta didik untuk berdemonstrasi dengan perangkat multimedia yang ada. Misalnya, menampilkan suatu kegiatan eksperimen dengan tujuan untuk memperlihatkan bagaimana cara yang dilakukan dalam eksepimen tersebut. 

           Pergeseran yang terjadi pada Peranan Guru dan Peserta Didik Akibat Perkembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Dunia Pendidikan Sejalan dengan perkembangan TIK di dunia pendidikan, maka peranan guru dan peserta didik juga mengalami pergeseran paradigma, diantaranya : 
  1.  Peran guru yang pada awalnya hanya sebagai sumber utama informasi dan sumber jawaban, kini menjadi fasilitator pembelajaran. 
  2. Peranan guru dalam mengendalikan semua aspek pembelajaran sudah tidak berlaku lagi, kini guru lebih banyak memberikan alternatif dan tanggung jawab kepada peserta didik dalam proses pembelajaran. 
  3. Peserta didik yang sebelumnya hanya sebagai penerima informasi yang pasif, kini menjadi partisipan aktif dalam proses pembelajaran. 
  4. Peserta didik yang biasanya mengungkapkan kembali pengetahuan, sekarang menghasilkan berbagai pengetahuan. 
  5. Peserta didik yang hanya sebagai aktivitas pembelajaran individu, kini menjadi pembelajaran kolaborasi.  
2) Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Dunia Bisnis
         Dalam dunia bisnis Teknologi Informasi dan Komunikasi dimanfaatkan untuk perdagangan secara elektronik atau dikenal sebagai E-Commerce. E-Commerce adalah perdagangan menggunakan jaringan komunikasi internet. Bagi dunia bisnis, jejaring telekomunikasi awalnya digunakan seperti halnya jejaring listrik, distribusi air, dan jejaring utilitas lain. Ini merupakan sumber yang penting, tetapi dulu perusahaan memiliki pengaruh yang kecil. Perusahaan-perusahaan memiliki pilihan yang terbatas atas layanan yang diperoleh dari penyediaan layanan yang dikelola secara monopoli. Deregulation dan teknologi digital baru telah mengizinkan perusahaan untuk secara sadar merancang dan mengoperasikan jejaring telekomunikasi internal dan privat untuk meningkatkan posisi kompetitif mereka. Apa yang dulunya merupakan biaya untuk menjalankan bisnis, sekarang menjadi sumber keuntungan kompetitif. Layanan 
         TIK sekarang digunakan oleh semua sektor ekonomik, mulai dari pertambangan dan pertanian sampai layanan finansial, manufaktur dan kepariwisataan. Jejaring privat ini hadir di semua industri global, di mana perusahaan multinasional menjadi perusahaan jejaring. Para pengguna bisnis berskala besar memiliki kebutuhan akan sistem yang cost-effective, leluasa, aman, automated, terpadu dan terandalkan. Jika para penyedia layanan lokal tidak dapat memenuhi kebutuhan ini, dengan biaya yang masuk akal, perusahaan-perusahaan besar memiliki pilihan untuk mengembangkan sendiri jejaring privat. Perusahaan multinasional telah dapat mengkoordinasikan produksi dan marketing dengan sistem komunikasi berbasis satelit dengan kapabilitas video-conferencing, untuk tujuan mengkoordinasikan pengembangan produk dan disain manufaktur. Perusahaan-perusahaan kecil lebih terbatas kemampuannya untuk mengembangkan jejaring TIK sendiri ataupun untuk menyewa, karena besarnya biaya. Ini menjadi pilihan yang ekonomik hanya jika organisasi tersebut cukup besar untuk menimbulkan cukup trafik untuk menghasilkan penghematan. 
      Oleh karena ini, perusahaan-perusahaan global merupakan pihak-pihak yang pertama yang mengadopsi TIK baru. Sektor-sektor yang sangat bergantung pada TIK mencakup, antara lain perusahaan-perusahaan layanan finansial. Pada ruang lingkup yang lebih luas, sebagai contoh pada lingkungan bisnis, kehadiran teknologi informasi mulai disadari dapat menghadirkan berbagai solusi yang dapat membantu proses bisnis yang ada. Departemen TI pada sebuah perusahaan mulai dibangun dan secara konstan diminta untuk mengembangkan suatu layanan, mengembangkan suatu sistem, dan mengoptimalkan efesiensi bisnis berbasis teknologi informasi. 

 3) Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Perbankan 
         Dalam dunia perbankan Teknologi Informasi dan Komunikasi adalah diterapkannya transaksi perbankan lewat internet atau dikenal dengan Internet Banking. Beberapa transaksi yang dapat dilakukan melalui Internet Banking antara lain transfer uang, pengecekan saldo,pemindahbukuan, pembayaran tagihan, dan informasi rekening. SMS Banking adalah layanan perbankan yang dilakukan dengan menggunakan SMS (short Message Service ). Transaksi yang dapat dilakukan adalah pengecekan saldo, transfer uang, dan pembayaran tagihan. 

4) Pengembanga Teknologi Informasi dan Komunikasi Bidang Pemerintahan (e-government) 
        E-government mengacu pada penggunaan teknologi informasi oleh pemerintahan, seperti menggunakan intranet dan internet, yang mempunyai kemampuan menghubungkan keperluan penduduk, bisnis, dan kegiatan lainnya. Pada intinya e-government adalah penggunaan teknologi informasi yang dapat meningkatkan hubungan antara pemerintah dan pihak-pihak lain. Penggunaan teknologi informasi ini kemudian menghasilkan hubungan bentuk baru seperti: G2C (Governmet to Citizen), G2B (Government to Business), dan G2G (Government to Government). 

Manfaat e-government yang dapat dirasakan antara lain: 
  • Pelayanan yang lebih baik kepada masyarakat, informasi dapat disediakan 24 jam sehari, 7 hari dalam seminggu, tanpa harus menunggu dibukanya kantor, informasi dapat dicari dari kantor, rumah, tanpa harus secara fisik datang ke kantor pemerintahan. 
  • Peningkatan hubungan antara pemerintah, pelaku bisnis, dan masyarakat umum, adanya keterbukaan (transparansi) maka diharapkan hubungan antara berbagai pihak menjadi lebih baik, keterbukaan ini menghilangkan saling curiga dan kekesalan dari semua pihak. 
  • Pemberdayaan masyarakat melalui informasi yang mudah diperoleh. Dengan adanya informasi yang mencukupi, masyarakat akan belajar untuk dapat menentukan pilihannya. Sebagai contoh, data-data tentang sekolah: jumlah kelas, daya tampung murid, passing grade, dan sebagainya, dapat ditampilkan secara online dan digunakan oleh orang tua untuk memilihkan sekolah yang pas untuk anaknya. 
  • Pelaksanaan pemerintahan yang lebih efisien. Koordinasi pemerintahan dapat dilakukan melalui e-mail atau bahkan video conference. Untuk Indonesia yang luas areanya sangat besar, hal ini sangat membantu. Tanya jawab, koordinasi, diskusi antara pimpinan daerah dapat dilakukan tanpa kesemuanya harus berada pada lokasi fisik yang sama. Tidak lagi semua harus terbang ke Jakarta untuk pertemuan yang hanya berlangsung satu atau dua jam saja. Tuntutan masyarakat akan pemerintahan yang baik sudah mendesak untuk dilaksanakan oleh aparatur pemerintah. Salah satu solusi yang diperlukan adalah keterpaduan sistem penyelenggaraan pemerintah melalui jaringan sistem informasi on-line antar instansi pemerintah baik pusat dan daerah untuk mengakses seluruh data dan teknologi informasi terutama yang berhubungan dengan pelayanan publik. Dalam sektor pemerintah, perubahan lingkungan dan kemajuan teknologi mendorong aparatur pemerintah untuk mengantisipasi hal baru dan upaya peningkatan kinerja serta perbaikan pelayanan menuju terwujudnya pemerintah yang baik (good govermance). 

BAB III 

PENUTUP 

 A. Kesimpulan
  1.  Teknologi Informasi adalah ilmu yang diperlukan untuk mengelola informasi agar informasi tersebut dapat dicari dengan mudah dan akurat, informasi dapat dikatakan sebagai data yang telah diolah. Data atau informasi tersebut dapat berupa tulisan, suara, gambar, video dan sebagainya. 
  2. Ruang Lingkup TIK secara garis besar, teknologi informasi dapat dikelompokkan menjadi dua bagian, perangkat lunak dan perangkat keras. Perangkat keras berhubungan dengan peralatan-peralatan yang bersifat fisik, seperti memori, printer, dan keyboard. Perangkat lunak berhubungan dengan instruksi-instruksi untuk mengatur perangkat keras supaya bekerja sesuai instruksi. 
  3. Prinsip TIK adalah High Tech dan High Touch Apa itu High Tech – High Touch lebih kurang adalah menikmati buah kemajuan teknologi dan menyesuaikan dengan Tuhan kita, ataupun keyakinan spiritual kita. Hal ini menunjukkan bahwa kemajuan dan kecanggihan teknologi mesti dikendalikan oleh sentuhan moral dan nilai-nilai kemanusiaan yang juga tinggi. Namun, dalam kenyataannya sering ditemukan High Tech, Low touch. 
  4. Pengembangan TIK dalam Dunia Kerja  
  • Pengembangan Teknologi dan Informasi dalam Pembelajaran (Dalam Meningkatkan Profesionalisme Guru). 
  • Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Dunia Bisnis 
  • Pengembangan Teknologi Informasi dan Komunikasi dalam Perbankan 
  •  Pengembanga Teknologi Informasi dan Komunikasi Bidang Pemerintahan (e-government) 


REFERENSI

 http://jamaludinn26.blogspot.co.id/2014/06/konsep-dasar-tik.html diakses 5 November 2018 http://belajartik08.blogspot.co.id/2017/05/pengertian-prinsip-fungsi-kegunaan-dan_18.html http://fatmasurialfian.blogspot.co.id/2016/11/tki-pengertian-prinsip-fungsi-kegunaan.html diakses 5 november 2018. Lukiastuti, Henny. 2013. Peran TIK dalam Meningkatkan Mutu Pendidikan dan Profesionalisme Guru. (online). Tersedia: http://hennylukiastiti24.wordpress.com. Diakses 5 November 2018. Muhtadi, Ali.TT. Pemanfaatan Teknologi Informasi untuk Meningkatkan Kualitas dan Efektivitas Pendidikan. (online). Tersedia: http://staff.uny.ac.id. Diakses 5 November 2018.